Jumat, 20 Oktober 2017

Tito datangi KPK bahas teror terhadap Novel Baswedan

| 3.359 Views
Tito datangi KPK bahas teror terhadap Novel Baswedan
Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) berjabat tangan dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat memberikan konferensi pers setelah melakukan pertemuan di gedung KPK, Jakarta, Senin (19/6/2017). Kedatangan Kapolri ke markas lembaga antirasuah itu untuk membahas pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. (ANTARA/Hafidz Mubarak A)
Kita harap konsentrasi Polri dan KPK adalah pada pengungkapan pelaku tersebut
Jakarta (ANTARA News) - Hari ini Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian akan menemui pimpinan KPK di gedung KPK untuk membahas pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

"Direncanakan siang ini sekitar pukul 14.00 ada pertemuan Kapolri dengan Pimpinan KPK. Tentu kita berharap kerjasama KPK dengan Polri bisa diperkuat, termasuk upaya pengungkapan pelaku penyerangan Novel," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin.

Pertemuan itu terjadi pascapernyataan Novel kepada majalah "Time" yang menyatakan serangan itu ada kaitannya dengan sejumlah kasus korupsi yang ditanganinya.

Novel menduga ada jenderal polisi yang terlibat karena setelah dua bulan peristiwa penyiraman itu terjadi, polisi belum juga menetapkan seorang tersangka.

"Kita harap konsentrasi Polri dan KPK adalah pada pengungkapan pelaku tersebut. Nanti akan dibicarakan juga apa langkah bersama yang dapat dilakukan untuk saling memperkuat penanganan perkara ini," tambah Febri.

Pertemuan itu juga tidak mengikutsertakan keluarga Novel.

"Tidak ikut, (pertemuan) itu kan intern antara Kapolri dan pimpinan KPK," kata abang Novel, Taufik Baswedan.

Hari ini adalah hari ke-69 pasca penyiraman air keras terhadap Novel Basedan pada 11 April 2017 seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Novel disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya hingga mengenai matanya sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sampai sekarang.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga