Jumat, 28 Juli 2017

Polisi anti-terorisme Inggris periksa serangan di Masjid London

| 3.699 Views
London (ANTARA News) - Polisi anti-terorisme Inggris telah bergabung dengan petugas polisi reguler yang memeriksa peristiwa di sebuah masjid di London Utara, demikian laporan surat kabar Guardian, Senin.

Beberapa orang terluka di Finsbury Park, Senin, ketika sebuah van menabrak jamaah yang meninggalkan sebuah masjid, kata saksi mata, dalam apa yang digambarkan oleh polisi Inggris sebagai "kejadian besar".

Dewan Muslim Inggris mengatakan bahwa kendaraan tersebut telah menabrak beberapa orang ketika mereka meninggalkan masjid Finsbury Park.

(Baca juga: Pernyataan Dewan Muslim Inggris soal van tabrak jemaah salat di London)

Polisi mengatakan bahwa tepat pukul 00.20 pagi waktu setempat (06.20 WIB) mereka melaporkan peristiwa tabrakan di Seven Sisters Road, yang melalui kawasan Finsbury Park. Mereka mengatakan di sana ada sejumlah korban jiwa dan satu orang telah ditangkap.

"Dari jendela, saya mendengar banyak jeritan dan teriakan, banyak kekacauan di luar. Semua orang berteriak: van menabrak orang, van menabrak orang," kata seorang perempuan yang tinggal di seberang tempat kejadian kepada BBC.

"Terdapat van putih berhenti di luar Masjid Finsbury Park yang sepertinya telah menabrak sejumlah orang yang keluar setelah selesai berdoa. Saya tidak melihat penyerang itu sendiri, meskipun dia tampaknya telah ditangkap, tapi saya memang melihat van itu," tambahnya.

Seorang saksi Reuters melihat setidaknya satu orang diangkut ke dalam sebuah ambulans. Sejumlah polisi dan ambulans tiba di tempat kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi setelah serangkaian serangan di Inggris.

Sebelumnya, delapan orang tewas dan 50 lainnya luka-luka pada 3 Juni, ketika tiga orang pria menabrakkan kendaraan ke pejalan kaki di Jembatan London dan menusuk sejumlah orang di dekat restoran dan bar.

Pada 22 Maret, seorang pria mengemudikan dan menabrakkan mobil sewaan ke pejalan kaki di Jemabatan Westminster, London dan menusuk seorang polisi hingga tewas sebelum akhirnya pelaku ditembak mati. Serangan tersebut menewaskan lima orang.

Pada 22 Mei, seorang pelaku bom bunuh diri, menewaskan 22 orang di sebuah konser penyanyi pop Amerika Ariana Grande di Manchester, Inggris Utara.

(G003/B/C003) 

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga