Selasa, 17 Oktober 2017

Konsumsi Lebaran dorong peningkatan petikemas Pelindo III

| 3.318 Views
Konsumsi Lebaran dorong peningkatan petikemas Pelindo III
Bongkar muat peti kemas. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Surabaya (ANTARA News) - Tingginya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran mendorong peningkatan arus petikemas di terminal yang bernaung di bawah PT Pelindo III, yakni di Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Sampit, Bima, Maumere, Kumai, Batulicin dan Kupang, kata Kepala Humas Pelindo III Widyaswendra.

Wendra, panggilan akrab Widyaswendra di Surabaya, Senin, mengatakan berdasarkan laporan ringkas data petikemas secara korporat atau di seluruh terminal yang dimiliki Pelindo III meningkat sebesar 6 persen.

Ia menyebutkan, sampai dengan Bulan Mei 2017 data petikemas secara keseluruhan mencapai 2.016.730 TEUS, atau naik dibanding bulan yang sama tahun 2016 yang hanya sebesar 1.903.229 TEUS.

Sedangkan apabila dirinci untuk jumlah arus petikemas internasional pada tahun 2017, Wendra menyebut sebesar 881.108 TEUS yang juga naik sebesar 8 persen dari tahun 2016 yang hanya sebesar 817.754 TEUS.

Untuk domestik juga mengalami kenaikan, namun hanya sebesar 5 persen dari tahun lalu, sehingga total petikemas domestik tahun ini sampai Mei 2017 adalah 1.135.622 TEUS, sedangkan tahun lalu adalah 1.085.475 TEUS.

"Ini artinya ada peningkatan arus yang cukup tinggi di semua pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo III, hal ini disebabkan karena faktor peningkatan konsumsi masyarakat, termasuk dua bulan sebelum adanya Lebaran," katanya.

Penyebab lain, kata Wendra, adalah karena arah kebijakan paket ekonomi pemerintah yang sudah mulai bisa dijalankan secara efektif.

Sementara pada saat Lebaran, Humas Terminal Petikemas Surabaya (TPS) M Soleh memprediksi kegiatan bongkar muat di pelabuhan dipastikan turun, karena terhentinya sementara aktivitas kepelabuhanan dengan adanya Lebaran.

Ia mengatakan, terhentinya sementara aktivitas pelabuhan itu merupakan siklus tahunan pada saat Lebaran, dan diprediksi mengurangi aktivitas ekspor dan impor sebesar 10 hingga 15 persen.

"Biasanya pemilik barang menggenjot aktivitas impor dan ekspor sebelum Lebaran, atau sekitar satu hingga dua bulan sebelum Lebaran, sehingga pada bulan itu rata-rata naik," katanya.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga