Minggu, 23 Juli 2017

Lion Grup lakukan pengadaan 50 Boeing 737 MAX-10

| 3.970 Views
Lion Grup lakukan pengadaan 50 Boeing 737 MAX-10
Direktur Utama Lion Grup Edward Sirait (kanan) bersama Senior Vice President, Global Sales and Marketing Boeing Commercial Airplane Ihssane Mounir, di Paris, Senin, menandatangani pengadaan 50 Boeing 737 MAX-10 senilai 6,24 miliar dolar AS. (istimewa)
Paris (ANTARA News) - Lion Grup melakukan pengadaan 50 pesawat Boeing 737 MAX-10 senilai 6,24 miliar dolar AS atau setara Rp87,5 triliun untuk memperkuat sekaligus memodernisasi armadanya yang selama ini sudah ada.

"Pesawat yang akan diserahkan pada 2019 ini memiliki keunggulan seperti jangkauan tempuh lebih panjang dibanding pesawat sejenis dengan seri-seri sebelumnya," kata Direktur Utama Lion Grup Edward Sirait kepada pers di Paris, Prancis, Senin.

Hal tersebut disampaikan usai dirinya menandatangani pengadaan pesawat generasi terbaru Boeing itu di sela penyelenggaraan Paris Air Show.

Menurutnya, pengadaan pesawat generasi terbaru itu merupakan komitmen perusahaan yang memang memiliki program untuk membuat armada penerbangan menggunakan pesawat generasi terbaru dan usia muda.

Dikatakan, selain untuk memperkuat armada Lion Grup yang sudah ada, keberadaan pesawat tersebut juga akan digunakan untuk mengangkut wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara yang ingin mengunjungi sejumlah objek wisata yang tersebar di seluruh daerah Indonesia.

Dia mengatakan, sejumlah rute penerbang internasional seperti dari India, China, juga Korea Selatan dan negara-negara Asia Selatan akan dilayani menggunakan pesawat tipe MAX-10 ini untuk mengangkut wisatawan langsung ke objek wisata.

Pengadaan pesawat itu, katanya pula, juga untuk mengantisipasi lonjakan pertumbuhan wisatawan dari negara-negara tersebut yang akan datang ke Indonesia dalam jumlah yang besar.

Selain itu, perusahaan juga ingin menyukseskan program pemerintah yang terus berupaya menjaring sebanyak mungkin wisatawan mancanegara datang ke Indonesia, khususnya 10 destinasi unggulan.

Sepuluh destinasi unggulan pariwisata yang dikembangkan pemerintah adalah Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai, Borobudur, Danau Toba, Kepulauan Seribu, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi, serta Labuan Bajo.

Pesawat ini, kata Edward, memang dirancang untuk bisa mendarat di sejumlah bandar udara yang memiliki landasan tak terlalu panjang seperti yang ada di sejumlah tujuan wisatwa di Indonesia.

"Dari sisi efisiensi seperti bisa mengangkut jumlah penumpang lebih banyak serta jarak jelajah yang lebih panjang, maka pesawat baru ini layak dipergunakan untuk langsung ke sejumlah tujuan wisata tanpa harus transit di Cengkareng," katanya.

Lion Grup merencanakan akan membuat rute-rute baru yang langsung dari negara tujuan ke bandara yang menjadi objek wisata 10 unggulan tersebut, sehingga wisatawan bisa nyaman dan menghemat waktu serta bisa menikmati ke objek wisata di daerah lain.

Menurutnya, pihaknya nanti akan melakukan survei kepada wisatawan mancanegara mengenai apakah dalam penerbangan harus transit terlebih dahulu atau langsung.

"Kalau mereka ingin langsung maka Boeing MAX-10 ini sudah tepat karena bisa mendarat di landasan yang tak terlalu panjang," katanya.

Senior Vice President, Global Sales and Marketing Boeing Commercial Airplane Ihssane Mounir, mengatakan pembelian pesawat ini merupakan bukti bahwa Boeing masih dipercaya sebagai pesawat untuk mendukung armada Lion.

Pesawat ini, katanya, sangat tepat untuk mendukung transportasi di Indonesia khususnya dalam meningkatkan pariwisata.

"Lion telah menjadi pelanggan lama Boeing dan kami akan terus meningkatkan kemampuan agar tetap jadi pilihan," katanya.

Saat ini Lion Grup memiliki 458 pesawat Boeing, sebanyak 244 Airbus, dan ATR 100 pesawat.

(T.A025/S025)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga