Minggu, 23 Juli 2017

Tol Ngawi-Kertosono kurangi kemacetan 30 persen

| 2.999 Views
Tol Ngawi-Kertosono kurangi kemacetan 30 persen
Fungsional Tol Bawen-Salatiga Di Buka. Sejumlah mobil melintasi ruas Tol Bawen-Salatiga di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (18/6/2017). Pada hari pertama difungsikan, lalu lintas di tol sepanjang 17,6 kilometer yang digunakan untuk memecah kepadatan kendaraan di jalur umum Semarang-Salatiga tersebut terpantau ramai lancar dan mulai dilintasi pemudik asal DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatra. (ANTARA/Aditya Pradana Putra)
Madiun (ANTARA News) - Kapolres Madiun AKPB I Made Agus memprediksi dengan difungsikannya jalan tol Solo-Ngawi-Kertosono ruas Ngawi-Kertosono yang melintasi Kabupaten Madiun akan mengurangi kemacetan di jalur nasional hingga 30 persen selama Lebaran 2017.

"Tol Solo-Ngawi-Kertosono ruas Ngawi-Kertosono yang melintasi wilayah Kabupaten Madiun mulai difungsikan pada 19 Juni 2017," ujar AKPB I Made saat Kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Semeru Tahun 2017 Alun-alun Mejayan Kabupaten Madiun, Senin.

Menurut dia, jalan tol ruas Ngawi-Kertosono tersebut akan beroperasi pada pukul 06.00-17.00 WIB, yakni mulai titik Purworejo hingga Wilangan sepanjang 18 kilometer. Jalan itu akan digunakan sebagai jalur alternatif mudik dari arah barat (Madiun) menuju timur (Surabaya) yang diharapkan bisa mengurangi kemacetan di jalan nasional.

Sesuai data, sudah menjadi langganan, jalan nasional di jalur Caruban-Saradan hingga daerah Wilagan masuk perbatasan Kabupaten Nganjuk dengan Madiun selalu terjadi macet saat masa angkutan lebaran.

Adapun kemacetan tersebut disebabkan karena terdapat dua perlintasan kereta api dan tingginya volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut, sementara kondisi jalan relatif sama.

Data mudik Lebaran tahun 2016 mencatat, pada H-2 hingga H+2 sekitar 450.000 kendaraan bermotor melewati ruas jalan sepanjang 25 kilometer di Kabupaten Madiun tersebut. Dengan rincian, roda dua sebanyak 200.000 unit, kendaraan roda empat 160.000 unit dan sisanya kendaraan roda di atasnya.

Akibat macet tersebut, jarak Caruban-Wilangan yang normalnya bisa ditempuh dalam waktu satu hingga maksimal satu setengah jam, menjadi butuh waktu empat hingga lima jam.

Karena keterbatasan jam operasional, Kapolres Madiun mengimbau agar pemudik yang berniat melalui jalur tersebut untuk lewat pada siang hari saat difungsikannya jalan tol alternatif.

Meski belum maksimal, namun pihaknya berharap dengan difungsikannya jalan tol tersebut dapat membuat masa angkutan Lebaran 2017 di wilayah hukumnya berjalan lancar.

Sisi lain, untuk pengamanan dan kelancaran masa angkutan lebaran, pihaknya telah menyiagakan sebanyak 488 personel gabungan. Selain menyediakan ratusan personel, untuk kenyamanan para pemudik, petugas juga telah menyediakan beberapa titik pos pemantauan dan pengamanan yang lengkap dengan "toilet potable" serta mushala.

Untuk "rest area" disediakan satu pos pelayanan terpadu di Saradan, kemudian juga disediakan lima titik pos pengamanan, 12 pos pantau, dan ditambah lagi "rest area" di seluruh polsek dan koramil di sepanjang lajur utama mudik Lebaran 1438 H/2017.

Adapun puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-2 lebaran atau tanggal 23 Juni seiring dimulainya libur cuti bersama. Sedangkan puncak arus balik diprediksi pada H+5 tanggal 1 Juli saat berakhirnya libur cuti bersama.

"Saya meminta seluruh personel bisa memberikan pelayanan secara maksimal agar masa angkutan lebaran selama Operasi Ramadniya Semeru Tahun 2017 dapat berjalan lancar dan aman," kata dia.

Sesuai rencana, Operasi Ramadniya Semeru 2017 akan berlangsung mulai 19 Juni 2017 sampai dengan 4 Juli 2017.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga