Temanggung (ANTARA News) - Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, mempertebal pengamanan terutama di daerah rawan pascapenangkapan seorang terduga teroris di Desa Jombor, Tretep, Kabupaten Temanggung, Minggu (18/6).

Kapolres Temanggung, AKBP Maesa Soegriwo di Temanggung, Senin, mengatakan pihaknya berupaya mengantisipasi potensi teror dengan mempertebal pengamanan di daerah rawan, terutama di Kecamatan Tretep dan Wonoboyo.

Ia mengatakan dua wilayah kecamatan tersebut berada di lereng Gunung Prau, mengingat kondisi geografis di lereng gunung jarang dijangkau masyarakat sehingga rawan jadi sarang persembunyian teroris. Terbukti satu terduga teroris yang terlibat kasus Tuban beberapa waktu silam, AZ ditangkap di kawasan tersebut.

"Lokasinya sangat jauh dan sukar dijangkau. Nanti kami pertebal penjagaan dan pengamanan di pos-pos polisi dan kepolisian sektor (polsek) di daerah itu untuk antisipasi teror. Apalagi ini menjelang Hari Raya Idul Fitri, jadi perlu pengamanan ekstra," katanya.

Ia menyebutkan biasanya di Polsek hanya ditempatkan rata-rata 25 orang, saat ini pengamanan di Polsek Tretep dipertebal dengan penambahan satu peleton anggota polisi.

"Mempertebal pengamanan kami lakukan di daerah yang rawan-rawan saja, seperti di Tretep dan Wonoboyo," katanya.

Menyinggung jumlah personel yang dilibatkan dalam Operasi Ramadniya Candi 2017, dia mengatakan kekuatan dari Polres Temanggung sebanyak 328 orang dan ditambah dari Kodim 0706/Temanggung, Satpol PP, dan senkom total sebanyak 700an personel.

Ia mengatakan dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2017, Polres Temanggung mendirikan pos pelayanan di Pringsurat dan tiga pos pengamanan di Pasar Klion Temanggung, Pasar Legi parakan, dan Pasar Ngadirejo.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2017