Senin, 25 September 2017

Puncak arus mudik terlewati tanpa hambatan

| 10.882 Views
Puncak arus mudik terlewati tanpa hambatan
Arus Mudik Tol Jakarta-Cikampek. Kendaraan pemudik memenuhi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (22/6/2017) dini hari. Pada H-3 Lebaran, volume kendaraan pemudik mulai mengalami peningkatan di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek dan diprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-2 Lebaran, Jumat (23/6/2017). (ANTARA/Risky Andrianto)
Jakarta (ANTARA News) - Sudah hampir sepekan, tepatnya sejak 19 Juni 2017 lalu warga pendatang di berbagai kota besar termasuk Jakarta, melakukan ritual mudik, untuk kembali atau kampung halaman guna merayakan lebaran atau Hari Raya Idul Fitri, bersama sanak saudara dan keluarga di tanah kelahiran.

Puncak kepadatan arus mudik biasanya terjadi pada H-3 atau H-2 menjelang hari Lebaran, sementara Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah yang tahun ini diperkirakan jatuh pada 25-26 Juni 2017, maka puncak arus mudik terjadi pada 22 dan 24 Juni.

Pada Jumat (23/6) beberapa terminal keberangkatan bus, stasiun kereta api, pelabuhan serta bandar udara terlihat terjadi kepadatan penumpang yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya bahkan merupakan puncaknya.

Seperti yang terjadi di Stasiun Pasar Senen Jakarta, puncak arus mudikpada H-3 dan H-2 atau Kamis (22/6) dan Jumat dengan jumlah pemudik yang berangkat melampaui 27.000 penumpang per hari.

Berdasarkan data penjualan tiket, jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Senen, Kamis (22/6), sebanyak 27.561 orang serta pada Jumat sebanyak 27.058 orang, sementara dalam kondisi normal penumpang yang turun di stasiun tersebut hanya sekitar 8.000 orang per hari.

"Pada hari Kamis dan Jumat terjadi lonjakan jumlah penumpang tertinggi atau bisa disebut puncak arus mudik," kata Senior Manager Humas Daop I PT KAI Suprapto di Jakarta, Jumat.

Sedangkan untuk arus balik yang turun di Stasiun Senen, Jakarta, berdasarkan dari penjualan tiket, mulai ada lonjakan pada 28 Juni atau H+2 hingga 6 Juli atau (H+10) yakni sekitar 22.000 penumpang per hari.

Kondisi serupa terjadi juga di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, kepadatan keberangkatan pemudik pada Kamis terjadi malam hari karena masyarakat masih harus bekerja pada pagi hingga sore hari.

Sedangkan pada Jumat siang sudah terjadi kepadatan keberangkatan pemudik. Bila kepadatan itu terus bertahan hingga malam hari, kemungkinan puncak arus mudik terjadi pada Jumat atau H-2.

Kepala Terminal Kampung Rambutan Emiral August memperkirakan puncak arus mudik di terminal tersebut akan terjadi pada H-3 Idul Fitri 1436 H pada Kamis (22/6), atau H-2 pada Jumat

"Pemudik terus berangkat, kemungkinan hari ini ada peningkatan dibandingkan kemarin. H-3 atau kemarin sudah terjadi lonjakan pemudik yang sangat signifikan, mencapai 17.465 penumpang. Pada hari biasa, penumpang yang berangkat hanya 1.500 hingga 2.000 penumpang saja," tuturnya.

Sejak H-10 hingga H-3, jumlah pemudik yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan mencapai 78.713 orang. Peningkatan pemudik terlihat untuk tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Jumlah pemudik yang menggunakan bus antarkota antarprovinsi di Terminal Kalideres pada Jumat atau H-2 Lebaran 2017 masih tinggi.

Kepala Terminal Bus AKAP Kalideres Revi Zulkarnain di Jakarta, Jumat mengatakan jumlah pemudik pada Jumat pukul 12.00 WIB kurang lebih mencapai 2.000 orang, sedangkan pada Kamis, tercatat sekitar 6.000 pemudik berangkat dari terminal tersebut.

"Puncak arus mudik bisa kemarin, bisa hari ini. Kita tunggu jumlah total penumpang hari ini," kata Revi.

Jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Kaliders pada Kamis atau H-3 Lebaran naik yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan jumlah penumpang pada H-10 Lebaran yaitu sebanyak 1.839 orang. Sementara pada hari-hari biasa di luar hari-hari menjelang Lebaran, Terminal Kalideres memberangkatkan sekitar 800 penumpang per harinya.

Revi mengatakan jika jumlah pemudik di Terminal Bus Kalideres pada Lebaran tahun ini diprediksi lebih banyak jika dibandingkan dengan Lebaran 2016, hal itu terlihat, pada H-4 Lebaran tahun lalu jumlah penumpang di Terminal Kalideres sebanyak 3.391 orang. Sedangkan pada H-4 Lebaran 2017 mencapai 4.653 orang.

Sementara itu PT Pelni menyebutkan, jumlah peserta mudik gratis bagi pengendara sepeda motor yang diadakan Kementerian Perhubungan mencapai puncaknya pada hari ini, dengan penumpang mencapai 2009 orang dan motor mencapai 934 unit.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan PT Pelni memberangkatkan KM Dobonsolo milik badan usaha milik negara tersebut guna mengakomodasi para pemudik dengan kendaraan roda dua yang akan kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri.

Humas PT Pelni Akhmad Sujadi ketika dihubungi Antara melalu pesan singkat di Jakarta, Jumat mengatakan, Kapal laut dengan rute Tanjung Priok, Jakarta ke Tanjung Emas, Semarang pada 17 Juni 2017 telah mengangkut 227 penumpang dan 113 sepeda motor , kemeudian 542 penumpang dan 248 motor (19/6) dan 1774 penumpang dan 835 sepeda motor (21/6).

Dengan jumlah penumpang yang melebihi 2000 jiwa dan jumlah motor yang melebihi 900 unit, maka puncak arus mudik untuk program Kemenhub tersebut jatuh pada hari ini, yang juga merupakan hari terakhir dari pelayaran arus mudik.

Adapun untuk pelayanan arus balik, KM Dobonsolo akan berlayar dengan rute Semarang-Jakarta pada tanggal 30 Juni, 2, 4 dan 6 Juli 2017 .

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pada Jumat meninjau sejumlah ruas jalan tol dan non-tol serta jembatan yang berpotensi terjadi kemacetan saat dilalui pemudik menjelang Lebaran.

Wartawan Antara yang ikut rombongan menteri perhubungan di Cirebon, Jumat, melaporkan Budi Karya akan meninjau antara lain Palimanan, Jembatan Cisomang, Tol Purbaleunyi, Tol Cipularang melalui udara dengan helikopter dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Peninjauan menhub tersebut untuk memastikan jalur mudik bisa dilalui pemudik dengan selamat, lancar, serta nyaman dan apabila ada kekurangan bisa segera diatasi.

Pemerintah memperkirakan puncak mudik pengguna kendaraan bermotor terjadi pada Kamis (22/6) dan Jumat (23/6). Pada Kamis (22/6) Jalan tol Cipularang dan Purbaleunyi, yang menghubungkan Cikampek dan Cileunyi, Jabar, mulai padat.

Berdasarkan pantauan Antara, Jumat sore, kepadatan di jalan tol Purbaleunyi mulai terjadi di kilometer 154 atau mendekati gerbang tol Cileunyi yang menuju ke arah Nagreg.

Kepadatan tersebut didominasi oleh mobil pribadi dan bus, terutama yang menuju Garut, Tasikmalaya, maupun kota-kota di Jawa Tengah bagian selatan.

Sementara itu, kepadatan lalu lintas juga terjadi di jalan tol Jakarta-Cikampek akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Kamis pagi. Kepadatan juga terjadi di sekitar jalan masuk menuju tempat istirahat (rest area) yang berada di beberapa titik.

Pengelola tol Jakarta-Cikampek memprediksi puncak volume kendaraan mudik Lebaran 2017 akan terjadi pada Jumat (23/6) atau H-2.


Keluhkan Antre

Kepadatan arus pemudik yang menggunakan jasa kapal laut melalui Pelabuhan Merak Cilegon, Banten ternyata menimbulkan antrean yang panjang dan memakan waktu lama. Kondisi tersebut dikeluhkan para pemudik tujuan Sumatera, Jumat.

Seorang pemudik tujuan Pringsewu, Lampung, Amin, saat ditemui di Pelabuhan Merak, menceritakan dirinya dari jam 04.00 WIB sudah keluar gerbang tol Merak, namun hingga pukul 08.00 atau sudah empat jam belum juga masuk kapal

"Saya berangkat dari Jakarta pada pukul 22.00 WIB malam. Normalnya, perjalanan ke Pringsewu, ditempuh dalam waktu delapan jam," katanya.

Dewi warga Cinere yang juga hendak ke Lampung menyatakan, jika dibandingkan tahun sebelumnya, waktu mengantre kapal pada mudik Lebaran kali ini lebih lama. "Tahun lalu, hanya tiga jam, tahun ini sudah lebih dari enam jam belum juga masuk kapal," keluh Dewi.

Kemacetan menuju Pelabuhan Merak terjadi hingga empat kilometer. Hingga Jumat pagi, antrean kendaraan roda empat dan dua menuju Pelabuhan Merak masih terjadi.

Sebelumnya, pihak ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-3 Lebaran.

Direktur PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Tommy L Kaunang mengatakan pihaknya menyiapkan 17 loket di Dermaga VI yang terdiri dari empat loket untuk pemudik yang sudah membeli tiket melalui online dan 13 loket untuk pembelian tiket langsung.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat kenaikan jumlah sepeda motor yang melintasi jalur penyeberangan, yaitu 21.263 unit atau naik 53,8 persen dibandingkan tahun lalu 13.827 unit pada H-3 Lebaran.

Untuk itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, mengingatkan kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan agar mempersiapkan perjalanan mudik sebaik-baiknya, khususnya pemudik yang akan melewati lintasan tersibuk di Indonesia, Merak-Bakauheni.

Pasalnya, sejak Kamis (22/6) malam hingga saat ini masih berlangsung puncak arus mudik. Volume penumpang dan kendaraan mengalami peningkatan signifikan dari hari sebelumnya.

Faik menuturkan terjadinya pergerakan penumpang dan kendaraan dalam waktu bersamaan, maka antrean atau kemacetan tak bisa dihindari lagi.

"Semalam, arus pemudik pejalan kaki, sepeda motor dan mobil pribadi mencapai puncaknya selama periode arus mudik. Kita prediksikan Jumat (23/6) malam ini puncak arus kedua," tutur Faik, Jumat.

Jumlah kendaraan roda empat (kendaraan kecil) sebanyak 16.951 unit atau naik 15,1 persen dibandingkan tahun lalu 14.727 unit, bus 686 unit atau naik 7,4 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 639 unit, truk 470 unit atau naik 4,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 449 unit, dan jumlah kendaraan roda 4 lebih 18.107 unit atau naik 14,5 persen dibandingkan tahun lalu tercatat 15.815 unit.

Sehingga jumlah total kendaraan mencapai 39.370 unit atau naik 32,8 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 29.642 unit.

Sementara itu, data H-3 atau Kamis (22/6) hingga Jumat (23/6) pukul 08.00, penumpang yang menyeberang mencapai 173.775 orang atau naik 23,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 140.684 orang, yang terdiri dari pejalan kaki 31.804 orang atau naik 25,9 persen dibandingkan tahun lalu 24.699 orang, dan penumpang di dalam kendaraan 142.691 orang atau naik 23 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 115.981 orang.

Lonjakan volume kendaraan menuju pelabuhan yang sangat signifikan dalam waktu bersamaan memicu terjadinya antrean di areal Pelabuhan Merak sejak Jumat (23/6) dini hari tadi. Akibat situasi tersebut, aparat Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan melakukan buka tutup jalur bagi kendaraan setelah Gerbang Tol Merak, agar tidak terjadi stagnasi kendaraan yang signifikan di areal pelabuhan.

Langkah antisipatif lainnya hadapi kemacetan mudik, pengguna jasa dapat menikmati fasilitas buffer zone (penjualan tiket di luar areal pelabuhan) baik di KM 43 dan 68 Tol Tangerang-Merak, dan tiga lokasi lainnya di daerah dekat Pelabuhan.


Nihil Kriminalitas

Kepala Terminal Kampung Rambutan Emiral August mengatakan tidak ada tindak kriminal yang terjadi di terminal tersebut selama penyelenggaraan arus mudik Lebaran 2017.

Menurut dia, Terminal Kampung Rambutan terdapat Pos Komando Terpadu Gabungan TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja. Anggota posko juga selalu berpatroli di sekeliling terminal.

Selain situasi yang relatif aman, juga tidak ada laporan penumpang yang mengalami sakit serius saat akan mudik. Emiral memperkirakan puncak arus mudik di Terminal Kampung Rambutan akan terjadi pada H-3 Lebaran 2017 pada Kamis (22/6) atau H-2 pada Jumat.

Para peserta disabilitas yang ikut Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD) 2017 sulit mengakses fasilitas seperti toilet dan tempat ibadah di Rest Area KM 19, Bekasi, Jawa Barat.

Meskipun secara keseluruhan arus mudik hingga H-2 berjalan lancar namun ada beberapa golongan yang sepertinya perlu mendapatkan perhatian, salah satunya kaum difable yang kesulitan mengakses fasilitas umum selama melakukan mudik.

Penyandang disabilitas dengan kursi roda Rubini yang pulang ke Kebumen mengatakan toilet di area peristirahatan tersebut sulit di akses, karena untuk bisa ke toilet harus naik undakan yang tinggi.

"Tangganya tinggi, kondisi WC juga sempit dan tidak ada pegangan buat kami. Jadi harus ada orang lain yang mendampingi untuk mengangkat dan bisa menggunakan toilet dengan nyaman," kata dia di Bekasi, Jumat, saat para pemudik MRAD beristirahat di tengah kemacetan.

Untuk sampai ke masjid demi melaksanakan ibadah salat Jumat, di lokasi yang sama, para peserta mudik disabilitas yang laki-laki harus menempuh tanjakan (ramp) yang cukup tinggi dan curam. Sedangkan untuk memasuki masjid harus menaiki tangga (trap) sebanyak 20 undakan.

Sigit Catur Nugroho (35), penyandang kursi roda yang mudik ke Kebumen, Jawa Tengah menuturkan tahun lalu dirinya sudah menyampaikan ke petugas jaga di masjid agar tempat berwudu dan desain bangunan masjid mudah diakses teman-teman disabilitas. Sehingga, para penyandang disabilitas tidak harus melibatkan banyak orang untuk mengangkat mereka agar bisa beribadah di dalam masjid rest area KM 19.

Watini yang mudik ke Purbalingga sangat berharap pemerintah untuk serius memberi perhatian untuk memenuhi hak-hak disabilitas, termasuk ketika mereka mudik.

Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT) mengatakan penyandang disabilitas memerlukan akses mudik yang selama ini belum tersedia di terminal, pelabuhan dan stasiun, sehingga mereka sangat kesulitan untuk pulang kampung.

"Saat ini para penyandang disabilitas tidak bisa sendirian ke terminal, pelabuhan, dan stasiun untuk mudik secara nyaman dan aman karena tidak tersedia fasilitas-fasilitas yang ramah disabilitas," kata salah satu anggota JBFT Trian Gembira mewakili para penyandang disabilitas dalam acara Pelepasan Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD) 2017 di Jakarta, Jumat.

Seperti orang yang normal para penyandang disabilitas juga butuh mudik, karena itu dia berharap akan banyak lembaga dan perusahaan yang dapat menyelenggarakan mudik ramah disabilitas.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga