Cirebon (ANTARA News) - PT Lintas Marga Sedaya (LMS) mencatat penggunaan uang elektronik atau e-payment per 23 Juni 2017 mencapai 26,34 persen dari total transaksi di Gerbang Tol Cipali, dalam kondisi normal penggunaan e-payment untuk pembayaran tol hanya enam persen.

"Kami berterima kasih kepada para pengguna tol yang sudah menggunakan e-payment sebagai alat transaksi pembayaran di Tol Cipali," kata Wakil Presiden Direktur LMS Firdaus Azis di Cirebon, Jabar, Sabtu.

Dia menuturkan dengan menggunakan e-payment bisa mempercepat transaksi di gerbang tol demi kelancaran arus lalu lintas di Tol Cipali.

Firdaus mengatakan LMS terus mengupayakan percepatan transaksi di Gerbang Tol Cipali dengan memberikan diskon 10 persen untuk kendaraan yang menggunakan uang elektronik atau e-payment.

Diskon itu bisa dinikmati saat bertransaksi di Gerbang Tol Cipali yang berlaku 22 sampai 26 Juni 2017 dan saat arus balik berlaku pada 30 Juni sampai 2 Juli 2017.

"Untuk pengguna uang elektronik cukup menempelkan kartu atau tap pada panel yang berada di tiap gardu dan pastikan tapping berhasil dan tidak perlu mengambil kartu tol," tuturnya.

"Saat transaksi, pengguna tinggal menempelkan kembali kartu e-payment untuk mengambil struk transaksi dan diharapkan pengemudi menyiapkan e-payment dengan saldo yang cukup sehingga dapat mempercepat transaksi demi kelancaran arus lalu lintas di Tol Cipali," lanjutnya.

Selain itu dalam mengantisipasi kepadatan menjelang GT Palimanan Utama, LMS juga menyiapkan voucher pengganti uang fisik yang bisa diperoleh di dekat GT Palimanan Utama tol Cipali melalui petugas jemput kendaraan (JKR) dan yang menggunakan seragam resmi LMS.

Itu merupakan program resmi yang disiapkan LMS, voucher tersebut nantinya tinggal ditukarkan di gardu pembayaran untuk mendapat struk tanda transaksi.

"Voucher ini khusus kendaraan golongan I yang berasal dari Gardu Tol Cikarang Utama dan keluar di GT Palimanan Utama," katanya.

"Untuk transaksi uang tunai diberlakukan pembulatan tarif tol ke bawah, untuk masa berlakunya 22 sampai 24 Juni 2017, dari tarif normal Rp111.000, akan dibulatkan menjadi Rp 110.000," ujar Firdaus.

(T.KR-KHR/A039)

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017