Minggu, 22 Oktober 2017

Konsumsi gasoline meningkat 28 persen

| 3.045 Views
Konsumsi gasoline meningkat 28 persen
ilustrasi: Tim gabungan dari Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangandan Dinas Indag Kota Tasikmalaya mengecek takaran Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan alat ukur (bejana ukur) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (6/6/2017). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Semarang (ANTARA News) - Konsumsi harian BBM jenis gasoline di Jawa Tengah dan DIY selama masa satgas hingga H+5 Lebaran naik sebesar 28 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal.

"Rata-rata realiasi gasoline harian selama satgas sampai H+5 Lebaran, yaitu dari tanggal 1-30 Juni 2017 naik dari rata-rata normal harian sebesar semula 11.446 kiloliter menjadi 14.645 kl," kata Manajer Komunikasi dan Humas PT Pertamina (Persero) Jawa Bagian Tengah Andar Titi Lestari di Semarang, Sabtu.

Sebagai rincian masing-masing produk, untuk rata-rata realiasi harian premium naik sebesar 4 persen dibandingkan rata-rata normal harian, yaitu dari 3.063 kl menjadi 3.178 kl.

Sedangkan untuk rata-rata realiasi harian pertamax naik sebesar 41 persen dibandingkan rata-rata normal harian, yaitu dari 2.516 kl menjadi 3.555 kl. Selanjutnya, untuk rata-rata realiasi harian pertalite naik 35 persen dibandingkan rata-rata normal harian, yaitu dari 5.824 kl menjadi 7.849 kl.

Ia juga mengatakan untuk rata-rata realisasi konsumsi harian pertamax turbo naik 47 persen dibandingkan rata-rata harian normal, yaitu dari 43 kl menjadi 63 kl.

Sementara itu, untuk konsumsi gasoil, di antaranya solar, pertamina dex, dan dexlite pada periode yang sama yaitu saat masa satgas justru turun sebesar 16 persen dibandingkan dengan rata-rata harian normal dari semula 5.145 kl menjadi 4.330 kl.

Berdasarkan data, dikatakannya, rata-rata realiasi harian solar turun 17 persen dibandingkan rata-rata harian normal, yaitu dari 5.033 kl menjadi 4.177 kl.

Sedangkan untuk rata-rata realiasi harian pertamina dex naik 36 persen dibandingkan rata-rata harian normal, yaitu dari 52 kl menjadi 71 kl. Selanjutnya, untuk rata-rata realiasi harian dexlite naik 37 persen dibandingkan rata-rata normal harian, yaitu dari 60 kl menjadi 82 kl.

Ia mengatakan khusus untuk solar ini mengalami penurunan konsumsi mengingat selama arus mudik maupun balik, sebagian jenis kendaraan besar pengangkut barang dilarang beroperasi oleh pemerintah.

Pihaknya memprediksi seiring dengan dibukanya kembali operasi kendaraan besar tersebut, tingkat konsumsi gasoil salah satu solar akan kembali normal.

(U.KR-AWA/I007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga