Tangerang (ANTARA News) - Volume sampah rumah tangga dan pasar tradisional di Kabupaten Tangerang, Banten, meningkat sebesar 30 persen setelah Lebaran dibandingkan hari biasa.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Syaifullah, di Tangerang, Rabu, mengatakan pada hari biasa volume sampah mencapai 1.500 ton.

"Beberapa hari terakhir ini kadang lebih dari 2.000 ton, ini merupakan kendala yang harus diatasi," katanya.

Syaifullah menambahkan pihaknya berupaya untuk mengangkut sampah dengan armada yang terbatas ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk.

Pihaknya berharap agar warga mempunyai peran aktif dalam pengangkutan dan penanggulangan sampah dengan cara membuat pupuk.

Hal tersebut karena sampah yang ada setiap hari hanya mampu diangkut hanya sekitar 75 persen dan selebihnya diolah memenjadi kompos di tiap unit tempat pembuangan sementara.

Sampah rumah tangga dan pasar tradisional tersebut tersebar pada 12 pasar dan 29 kecamatan yang harus mendapatkan penangganan agar warga tidak merasakan aroma busuk sekitar kawasan perumahan.

Upaya yang dilakukan adalah petugas kebersihan mengangkut sampah ke TPA secara berulang kali karena keterbatasan armada yang ada.

Syaifullah mengakui bahwa pengangkutan sampah ke TPA belum optimal dan berharap peran serta penduduk setempat.

Dia mengatakan keterbatasan armada menyebabkan petugas hanya mampu untuk mengangkut sekitar 900 ton sampah tiap hari.

Meski begitu, pihaknya berupaya agar pada tahun anggaran mendatang menambah jumlah armada sampah.

"Kami sudah mengusulkan untuk penambahan truk tapi masih menunggu persetujuan dari pihak berwenang dalam anggaran," katanya.

Pewarta: Adityawarman
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2017