Jakarta (ANTARA News) - Program e-Smart Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang digagas Kementerian Perindustrian akan mulai dilaksanakan sekitar 30 Juli 2017, demikian disampaikan Dirjen Industri Kecil Menengah Kemenperin Gati Wibawaningsih.

"Kami akan mulai ke Banten dan Solo. Setiap daerah akan dilatih 50 IKM. Di kedua daerah itu banyak IKM logam, mebel dan makanan," kata Gati di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, pelatihan akan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, Kemenperin akan menginformasikan fasilitas yang diberikan kepada IKM melalui program ini.

Setelah itu, pada hari kedua, peserta akan dilatih cara memotret produk, mengunggahnya ke internet hingga cara membuat situs sendiri.

Latar belakang pelaksanaan program e-smart IKM ini di antaranya didasari untuk pengembangan ekonomi berbasis digital, peningkatan ekspor IKM, serta perluasan akses pasar dan akses pendanaan.

Program ini memiliki desain infrastruktur digital dengan tulang punggung Palapa Ring, Satelit BRI dan PLN.

Melalui program ini, Kemenperin akan memfasilitasi pelaku IKM untuk menjalin kerja sama dengan e-commerce di dalam negeri seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada dan Blibli.

Sasaran sektor IKM yang dikembangkan melalui program e-smart, antara lain IKM kosmetika, logam, kerajinan, fashion, makanan dan minuman, perhiasan, produk kulit, furnitur, herbal, komponen, tekstil, permesinan, semen, pupuk, serta elektronika.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2017