Jumat, 22 September 2017

Butet akui persiapan Kejuaraan Dunia 40 persen

| 7.136 Views
Butet akui persiapan Kejuaraan Dunia 40 persen
Ganda Campuran Tontowi Ahmad (tengah) dan Liliyana Natsir (kedua kiri) berfoto bersama Sekjen PBSI Achmad Budiharto (kiri), Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin (kedua kanan) dan Head of Bussines Development and Project Dept Blibli.com Jefrey Maeda (kanan) pada penyerahan bonus di Jakarta, Kamis (13/7/2017). Pasangan Tontowi/Lilyana menerima bonus sebesar Rp500 Juta dari Djarum Foundation dan Blibli.com atas keberhasilannya meraih gelar juara Indonesia Open 2017. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta (ANTARA News) - Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir, atau akrab disapa Butet, mengakui persiapannya baru mencapai 40 persen jelang keikutsertaan dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017 di Glasgow Skotlandia, pada 21-27 Agustus.

"Saya belum mengikuti program latihan berat karena semestinya saya istirahat total untuk pemulihan cedera lutut. Saya masih fokus menjalani latihan penguatan kaki," kata Butet selepas menerima bonus sebesar Rp500 juta dari Djarum Foundation di Jakarta, Kamis.

Butet mengaku selama menjalani latihan penguatan kaki masih mempunyai rasa khawatir pergerakan kakinya justru akan memperparah cedera yang dialami. "Saya belum berdiskusi lagi dengan dokter. Tapi, rasa sakit dan trauma masih ada, terutama jika saya ingin ambil bola yang tidak terprediksi," katanya.

Pasangan atlet Tontowi Ahmad, atau akrab disapa Owi pada nomor ganda campuran itu tidak mematok target pribadi pada Kejuaraan Dunia 2017 menyusul target yang telah ditetapkanya adalah medali emas Asian Games 2018.

"Saya ingin medali emas Asian Games untuk melengkapi gelar. Saya dan Owi berusaha menikmati permainan karena saya keterbatasan usia. Tapi, Owi telah mengikuti persiapan dengan lebih baik," ujar atlet berusia 31 tahun itu.

Pelatih ganda campuran Richard Mainaky, menurut Butet juga sempat khawatir cedera lutut Butet akan lebih parah jika mengikuti latihan sesuai program yang telah ditetapkan.

"Beban target pada ganda campuran bukan saja untuk kami, tapi masih ada pasangan lain seperti Praveen Jordan/Debby Susanto. Harus ada regenerasi atlet meskipun kami masih berusaha tampil maksimal," kata Butet.

Asisten pelatih ganda campuran pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Vita Marissa mengatakan kejuaraan-kejuaraan yang akan diikuti pasangan Owi/Butet harus lebih selektif menyusul cedera Butet.

"Kami ingin mereka lebih memilih kejuaraan dan hanya mengikuti pada kejuaraan yang mereka bisa mencapai targetnya. Setahun yang lalu, pelatih tidak menyangka Butet akan terkena cedera," ujar Vita.

Pasangan Owi/Butet, pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, meraih medali perunggu setelah kalah dari pasangan China Zhang Nan/Zhao Yunlei 16-21, 14-21. Ganda campuran andalan Merah-Putih itu meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2013 di Guangzhou, China.

(T.I026/H007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga