Jumat, 22 September 2017

Selain Indonesia, negara ini juga blokir Telegram

| 7.394 Views
Selain Indonesia, negara ini juga blokir Telegram
Laman petisi daring meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika membatalkan pemblokiran Telegram yang dibuat Jumat (14/7/2017). (HO)
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia bukan satu-satunya negara yang menutup akses ke layanan aplikasi berkirim pesan Telegram karena beberapa negara sudah melakukannya sejak tahun lalu.

Bulan lalu, Rusia mengancam memblokir Telegram bila tidak memberikan informasi kepada pemerintah mengenai perusahaan di balik Telegram.

Regulator komunikasi Russia, Roskomnadzor, seperti ditulis Reuters, menuduh Telegram melanggar peraturan mereka.

Aplikasi Telegram juga populer di Iran, menurut CEO Pavel Duro, mereka memiliki 40 juta pengguna aktif bulanan di negara ini.

April lalu, berdasarkan putusan pengadilan, Iran menutup layanan panggilan suara, voice call Telegram, namun menurut laman The Star, tidak jelas mengapa fitur itu diblokir.

Pemblokiran itu diduga bermotif politik karena terjadi setelah penangkapan belasan orang yang menjalankan saluran reformis di Telegram.

Blokir di Iran juga diperkirakan untuk melindungi perusahaan ponsel domestik.

Durov pada Januari 2016 lalu, melalui cuitan, membenarkan traffic Telegram di Arab Saudi terbatas, tapi, ia tidak mengetahui alasannya.

China telah memblokir Telegram sejak 2015 lalu, tulis laman Hong Kong Free Press, karena membantu pengacara HAM, yang saat itu menjadi target negara, berkoordinasi untuk menyerang pemerintah.

Penerjemah: Natisha Andarningtyas

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga