Depok (ANTARA News) - Universitas Indonesia menggunakan pendekatan teknologi untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan dengan melakukan digitalisasi submisi tugas akhir guna menggantikan mekanisme manual.

"UI memiliki repositori karya ilmiah yang dipublikasikan oleh publisher sesuai dengan tipe karya ilmiahnya. Digitalisasi semakin memudahkan arah pengembangan publikasi yang sudah ada," kata Kepala Kantor Pengelolaan Produk Riset dan Inovasi UI drg Diah Ayu Maharani, di Depok, Sabtu.

Ia mengatakan sistem penyimpanan karya ilmiah ini disebut dengan UIANA. Paper-paper yang selama ini didiamkan di UIANA dikelola oleh Kantor Pengelolaan Produk Riset dan Inovasi sedemikian rupa agar layak muat di penerbit terindeks.

Untuk mengoptimalkan karya ilmiah yang sudah dikelola dengan baik, UI mengelenggarakan "The 1st Physics and Technologies in Medicine and Dentistry Symposium" pada tanggal 15-16 Juli 2017.

"Simposium tidak hanya menarik dari sisi tema yang diangkat, melainkan juga bagaimana konferensi ini berbeda dengan konferensi yang lain," katanya.

Dikatakannya konferensi ini merupakan wadah publikasi bagi paper-paper yang tidur di UIANA.

Ia menambahkan, untuk mengejar diversity yang merupakan syarat dari publisher, pihaknya juga mengundang beberapa dari luar UI macam ITB, Malaysia dan Turki.

UI menggunakan jaringan yang sudah terbangun baik dengan mengundang editor-editor jurnal international bidang dentistry and medicine.

"Setiap karya ilmiah yang diunggah akan mendapatkan no ID yang unik atau DOI lokal," kata Diah.

Karya ilmiah tersebut, lanjut Diah, akan masuk ke dalam sistem basis data yang menjalankan system anti plagiarism. Sistem ini bisa mendeteksi apabila ada kesamaan dengan karya lainnya.

(T.F006/B015)

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017