Rabu, 26 Juli 2017

Berita kemarin, nasib Telegram di negara lain hingga CNBLUE di Indonesia

| 10.633 Views
Berita kemarin, nasib Telegram di negara lain hingga CNBLUE di Indonesia
Laman petisi daring meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika membatalkan pemblokiran Telegram yang dibuat Jumat (14/7/2017). (HO)
Jakarta (ANTARA News) - ANTARA News menghimpun berita kemarin yang masih menarik untuk dibaca hari ini, mulai dari nasib Telegram di negara lain hingga konser band Korea Selatan CNBlue di Indonesia.



Masyarakat di daratan pulau Sumba kehidupannya tidak pernah terlepas dari kuda. Kuda yang berada di Sumba adalah kuda jenis Sandelwood yang hanya berada di pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kuda bagi masyarakat Sumba mempunyai peranan besar dalam seluruh siklus kehidupan masyarakat di daerah itu, baik itu sejak lahir hingga meninggal dunia.



Indonesia bukan satu-satunya negara yang menutup akses ke layanan aplikasi berkirim pesan Telegram karena beberapa negara sudah melakukannya sejak tahun lalu. Bulan lalu, Rusia mengancam memblokir Telegram bila tidak memberikan informasi kepada pemerintah mengenai perusahaan di balik Telegram. Blokir di Iran juga diperkirakan untuk melindungi perusahaan ponsel domestik.



Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menilai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentag Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) bersifat umum, namun merasa menjadi target pertama dari pemberlakuan peraturan itu.


Djadjang Nurjaman mengundurkan diri dari kursi pelatih Persib Bandung usai timnya kalah 1-2 dari tuan rumah Mitra Kukar pada pertandingan lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kaltim, Sabtu malam.


 Boy grup pop rock asal Korea Selatan CNBLUE membuka konser di hadapan ratusan Boice--sebutan untuk penggemar CNBLUE di Indonesia-- lewat lantunan lagu "Radio", salah satu lagu dalam album Jepang ketiga mereka "Wave". 


Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga