Sabtu, 23 September 2017

Indonesia tamu kehormatan Festival Ketimun Suzdal

| 4.874 Views
Indonesia tamu kehormatan Festival Ketimun Suzdal
Dokumen foto Festival Ketimun di Kota Suzdal, negara bagian Vladimir (Vladimir Oblast), sekitar 210 kilometer dari Moskow, Rusia. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow, Rusia, ikut memeriahkan acara kebudayaan itu, Sabtu (15/7/2017). (magput.ru)
London (ANTARA News) - Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam Festival Ketimun ke-17 di Kota Suzdal, negara bagian Vladimir (Vladimir Oblast), sekitar 210 kilometer dari Moskow, Rusia, Sabtu (15/7).

Festival Ketimun merupakan pesta rakyat tahunan paling populer dan terbesar di Kota Suzdal untuk merayakan hasil panen ketimun sekaligus menyambut masuknya musim panas, demikian keterangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Minggu (16/7).

Walaupun hanya berpenduduk sekira 10.000 orang, kota bersejarah itu setiap tahunnya dikunjungi mencapai 200.000 wisatawan baik domestik maupun manca negara.

Sementara itu, Ibu Kota Vladimir, yang pernah menjadi Ibu Kota Rusia kuno, dikunjungi mencapai lebih dari sejuta orang berkunjung.

Festival Ketimun berlangsung meriah di seluruh sudut kota dengan puncak kemeriahan di ruang terbuka yang merupakan bagian dari Suzdal Wooden Architecture Museum.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Wahid Supriyadi disambut hangat Wakil Gubernur Vladimir Oblast Alexander Lobakov dan Direktur Jenderal Vladimir & Suzdal State Historical, Architecture and Art Museum Konyshev Igor Valeryevich.

Mereka membahas potensi kerja sama RI dengan negara bagian Vladimir, khususnya di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi.

Wakil Gubernur Lobakov menyampaikan potensi Suzdal serta Vladimir Oblast sebagai daerah pertanian penghasil gandum, kentang, produk kimia, kaca dan kayu serta sebagai destinasi wisata bersejarah.

Dari Indonesia, ia menyatakan bahwa Vladimir Oblast memerlukan impor buah tropis, produk kelapa sawit dan peralatan listrik.

Hubungan antara Indonesia dan Rusia bersifat komplementer, saling membutuhkan dan di tengah stagnasi ekonomi dunia saat ini, nilai perdagangan bilateral justru meningkat sekitar 33,5 persen.

Wisatawan Rusia ke Indonesia pada kuartal pertama naik sekitar 77 persen menjadi sekitar 37.000 orang, merupakan peningkatan tertinggi di dunia.

Demikian sebaliknya, terdapat kecenderungan meningkatnya wisatawan Indonesia ke Rusia, yang tahun depan diperkirakan mencapai 40 ribu seiring dengan diselenggarakannya Piala Dunia, ujar Dubes Wahid saat memberikan sambutan di depan sekitar seribuan orang pengunjung.

Selama festival itu berlangsung jumlah total pengunjung sehari mencapai sekira 10.000 orang.

Wahid menambahkan pihaknya yakin arus wisatawan kedua negara akan meningkat tajam dengan rencana pembukaan penerbangan langsung Garuda Indonesia dalam waktu dekat.

Festival Ketimun disemarakkan dengan panggung budaya, konser, parade kostum jalanan, pameran produk, konser, workshop, dan lainnya. Seluruh jalan-jalan kota ditutup dari lalu-lalang kendaraan dan hanya diperbolehkan untuk para pengunjung yang berjalan kaki.

Sebagai tamu kehormatan, bendera Merah Putih berkibar di samping panggung utama. Dubes Wahid diminta melepas balon tiga warna melambangkan bendera Rusia yang di bawahnya tergantung boneka maskot Kota Suzdal.

Dalam acara kesenian di panggung utama, Indonesia menampilkan dua tari tradisional, yaitu Tari Jaipong dari Jawa Barat oleh Ekatarina Makanina, warga negara Rusia yang pernah mengikuti beasiswa Darmasiswa selama setahun di Bandung dan Tari Sekar Pudyastuti dari Jawa Tengah yang dimainkan Elizabeth Nilasari, guru Sekolah Indonesia Moskow (SIM).

Pengunjung terkesan dan memberikan tepuk tangan meriah karena baru kali inilah kesenian Indonesia tampil di acara tahunan terbesar di Kota Suzdal yang merupakan bagian dari negara bagian Vladimir yang didirikan tahun 1024, salah satu kota tertua di Rusia, bahkan lebih tua dari Moskow yang didirikan tahun 1147.

Kota ini terletak di Golden Ring, terletak melingkar seperti cincin di sebelah timur laut Moskow dan ditempuh sekitar 5-6 jam dengan mobil. Jalur ini merupakan jalur paling padat di Rusia, mirip Pantura di Jawa, karena menghubungkan beberapa kota utama seperti Nizhny Novgorod, Kazan, Ufa, Novosibirsk, membelah kawasan Siberia.

Di Suzdal terdapat 305 monumen dan bangunan-bangunan klasik, termasuk 30 gereja, 14 bell tower, lima biara yang masih aktif, dan terdapat 246 item yang dilindungi oleh pemerintah Federasi Rusia.

Pada tahun 1991, enam monumen dan dua bangunan di Suzdal, yaitu Saviour Monastery of St. Euthymius dan Kremlin with Navity of the Vigin, terdaftar dalam Warisan Dunia (World Heritage) UNESCO.

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga