Selasa, 25 Juli 2017

Teater dosen London School terima penghargaan MURI

| 3.502 Views
Teater dosen London School terima penghargaan MURI
Tokoh Mulan dalam Wayang Musical Mulan yang ditampilkan dalam sebuah teater oleh para dosen London School of Public Relations (LSPR) di Jakarta pada 15-16 Juli 2017. (istimewa)
Jakarta (ANTARA News) - Pertunjukan langsung drama musik yang dibawakan oleh para dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi London School of Public Relations (LSPR), Jakarta akan menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI.

Drama wayang musik yang diadaptasi dari cerita Mulan akan menerima penghargaan dari MURI sebagai teater musik pertama yang dibawakan oleh para dosen program studi komunikasi. "Ini merupakan hadiah yang sangat berharga bagi LSPR pada ulang tahunnya yang ke-25," kata Pendiri dan Direktur LSPR, Prita Kemal Gani, di Jakarta, Senin.

Menurut dia, teater adalah dasar dari komunikasi dan merupakan jalan untuk mempelajari komunikasi antar manusia.

"Karenanya pertunjukan teater merupakan proyek akademik yang wajib dipenuhi oleh para mahasiswa LSPR pada tahun pertama kuliah mereka melalui mata kuliah Pengenalan Komunikasi Pertunjukan Seni," jelas Prita.

Dia menambahkan bahwa pertunjukan teater telah menjadi budaya akademik, tidak hanya bagi mahasiswa namun juga para pengajar sekolah tinggi yang tahun ini berusia 25 tahun itu.

Pertunjukan teater wayang drama musikal yang diadaptasi dari cerita film produksi Disney berjudul "Mulan" itu digelar selama dua hari pada 15 dan 16 Juli 2017 di Aula Kampus LSPR Jakarta.

Drama tersebut dibawakan oleh 37 dosen yang memerankan karakter tokoh cerita Mulan dan enam pengajar lainnya yang memainkan 25 lagu untuk mengiringi pertunjukan yang berlangsung selama sekitar 120 menit itu.

Sebelumnya pada 2008 LSPR Jakarta menerima penghargaan Muri untuk pertunjukan teater terpanjang yang digelar dalam rangka Festival Teater LSPR ke empat, dan penghargaa Muri lainnya pada 2015 sebagai organisasi pertama yang mengelola museum akting.

(T.KR-LWA/T007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga