Rabu, 20 September 2017

Dirjen ingatkan potensi kekerasan pada ekstrakurikuler sekolah

| 3.178 Views
Dirjen ingatkan potensi kekerasan pada ekstrakurikuler sekolah
Sejumlah orang tua dan siswa berfoto bersama pada hari pertama sekolah tahun ajaran baru di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (17/7/2017). Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2017-2018 dimulai serentak di Indonesia pada Senin (17/7/2017) dan para orang tua siswa hadir mengantar anaknya untuk berinteraksi dengan pihak sekolah. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Yogyakarta (ANTARA News) - Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad mengingatkan sekolah untuk tetap memperhatikan kegiatan ekstrakurikuler karena potensi tindak kekerasan kepada siswa baru masih mungkin terjadi.

"Meskipun kegiatan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) sudah usai, namun potensi tindak kekerasan kepada siswa baru masih mungkin terjadi, khususnya saat kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah tetap harus memperhatikan kegiatan ini agar tindak kekerasan bisa dihindari," kata Hamid usai membuka International Physic Olympiad 2017 di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, sekolah tetap harus melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya menegakkan aturan bahwa kegiatan tersebut hanya dapat dilaksanakan di lingkungan sekolah dan tidak bisa dilakukan di luar sekolah.

Jika dilaksanakan di luar sekolah, lanjut Hamid harus ada pemberitahuan dari sekolah dan kepala sekolah serta atas izin dari orang tua siswa.

"Terkadang, dalam kegiatan ekstrakurikuler itu, banyak alumni sekolah yang ingin ikut berpartisipasi. Sebaiknya, alumni yang diundang adalah alumni yang memiliki prestasi sehingga bisa memberikan motivasi kepada siswa baru," katanya.

Ia pun mengingatkan agar seluruh kepala sekolah bertanggung jawab secara penuh pada penyelenggaraan pengenalan lingkungan sekolah dan bukan justru menyerahkannya kepada siswa melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Jika ada keterlibatan OSIS atau elemen lain, maka mereka tidak bertindak selaku penyelenggara utama.

"Sampai saat ini, belum ada laporan yang masuk ke kementerian mengenaj keluhan pada pengenalan lingkungan sekolah meskipun sudah ada beberapa daerah yang siswanya sudah masuk sekolah sejak pekan lalu," katanya.

Pada tahun lalu, Hamid juga mengatakan, tidak ada keluhan, laporan atau temuan tindak kekerasan saat pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah, meskipun pada 2015 masih ada laporan dari beberapa daerah seperti Garut, Bekasi dan Bintan.

Selain kekerasan fisik, Hamid berharap agar pada pengenalan lingkungan sekolah tidak melibatkan berbagai atribut yang tidak berhubungan dengan pendidikan.

Sementara itu di Kota Yogyakarta, pelaksanaan hari pertama masuk sekolah termasuk pengenalan lingkungan sekolah berjalan lancar. "Saya pantau dua sekolah. Semuanya berjalan dengan lancar tidak ada kendala dan keluhan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana.

Di SMP Negeri 8 Yogyakarta, pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah diisi dengan sosialisasi penerapan sistem kredit semester (SKS) untuk mekanisme pembelajarannya.

Di SD Widoro, hari pertama sekolah dan pengenalan lingkungan sekolah diisi dengan kegiatan sosialisasi lima hari sekolah, termasuk kesiapan fasilitas sekolah untuk mendukungnya, misalnya kantin sekolah.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga