Kamis, 21 September 2017

Produksi padi Sumut capai 4,6 juta ton

| 2.972 Views
Produksi padi Sumut capai 4,6 juta ton
Petani padi (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)
Medan (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berupaya terus meningkatkan produksi padi menjadi 4,6 ton setelah pada 2016 mengalami kenaikan sebesar 565.268 ton.

"Angka sementara jumlah produksi padi Sumut 2016 yang sebanyak 4,6 juta ton itu merupakan produksi tertinggi Sumut dalam kurun waktu 11 tahun terakhir," kata Gubernur Sumut HT Erry Nuradi di Medan, Senin.

Dengan produksi tersebut Provinsi Sumut mengalami surplus beras sebesar 1.171.355 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat daerah itu selama tujuh bulan ke depan.

Menurut dia, produksi yang meningkat antara lain disumbang dari hasil di Kabupaten Padanglawas.

Oleh karena itu, kata dia, untuk meningkatkan terus produksi padi termasuk di Padanglawas, Pemprov Sumut memberi bantuan benih dan alat mesin pertanian.

Gubernur menegaskan, untuk mempertahankan swasembada pangan berkelanjutan, Pemprov Sumut sudah mengambil berbagai langkah.

Mulai mendorong percepatan tanam, peningkatan indeks pertanaman untuk mengejar target tanam, memberikan bantuan benih, pupuk organik dan nonorganik, hingga pestisida dan alat mesin pertanian pratanam mau pun pascapanen.

Termasuk juga memperbaiki jaringan irigasi pada jaringan tersier, penerapan teknologi jajar legowo dan benih hibrida, mendorong perluasan areal tanam padi pada lahan-lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan.

Pemprov Sumut sendiri pada 2017 mengalokasikan anggaran sebesar Rp169 miliar untuk Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Adapun Kabupaten Padanglawas dialokasikan anggaran sebesar Rp6,164 miliar.

Sumut juga sudah membuat Perda Provinsi Sumut Nomor 3 Tahun 2015 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan untuk mencegah alih fungsi lahan pertanian.

Setiap daerah yang bisa menerapkan Perda Nomor 3 Tahun 2015 dan mampu mempertahankan lahan pangan berkelanjutan dan penambahan lahan pangan akan diberikan bantuan sebesar Rp50 juta dalam bentuk alat mesin pertanian, benih, bibit dan lain-lain.

(T.E016/I023)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga