Selasa, 25 Juli 2017

PKB: beda pendapat dalam koalisi ada batasnya

| 2.169 Views
PKB: beda pendapat dalam koalisi ada batasnya
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (kedua kanan) bersama Anggota Fraksi PKB Komisi IV Ibnu Multazam (kiri), Guru Besar Universitas Institute Pertanian Bogor (IPB), Endriatmo Sutarto (kedua kiri), Ketua Pokja Reforma Agraria Kemendesa-PDTT RI, Tri Candra Aprianto (kanan) saat menjadi pembicara dalam diskusi Politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Senin (17/7/2017). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta (ANTARA News) - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai perbedaan pendapat dalam sebuah koalisi pemerintahan ada batasnya sesuai hal-hal yang disepakati dalam koalisi itu sendiri.

"Dalam koalisi mengkritik boleh, bahkan beda pendapat juga boleh, tapi ada batasnya," ujar politisi PKB Abdul Kadir Karding seusai menjadi pembicara dalam diskusi tentang Reforma Agraria yang diselenggarakan DPP PKB, di Jakarta, Senin.

Batas yang dimaksud Karding adalah hal-hal mendasar yang disepakati Presiden selaku kepala pemerintahan dan partai koalisi.

"Kalau sikapnya sama terus tentu tidak mungkin. Tapi perbedaan ada batasnya, yaitu yang dianggap prinsip oleh Presiden dan teman-teman koalisi," jelas dia.

Karding mengatakan jika ada partai pendukung pemerintah meminta partai koalisi yang kerap berbeda pendapat untuk mundur, maka hal itu sah-sah saja. Namun keputusan tetap ada ditangan Presiden.

"Sebaiknya dibicarakan saja di internal koalisi. PKB sesama partai koalisi tidak mau menjustifikasi," kata Karding.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga