Jakarta (ANTARA News) - Indonesia memperkokoh posisi daya saing industri baja nasional melalui penambahan kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan baja sebagai bahan baku di dalam negeri.

Potensi ini ditandai dengan beroperasinya PT Krakatau Osaka Steel (KOS), perusahaan patungan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Osaka Steel Co Ltd yang memiliki kapasitas produksi hingga 500 ribu ton.

"KOS diharapkan mampu mengisi kekurangan suplai baja dalam negeri untuk memenuhi permintaan domestik yang semakin bertambah sekaligus menstimulasi industri bahan baku di Indonesia," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat siaran pers di Jakarta, Kamis.

Airlangga menyampaikan hal tersebut pada peresmian Pabrik PT Krakatau Osaka Steel di Cilegon, Banten, hari ini.

Proyek KOS yang memiliki total nilai investasi sebesar 220 juta dollar AS ini merupakan generasi lanjutan dari pabrik baja long bar, dan akan menghasilkan baja tulangan, baja profil, baja C (channel), dan flat bar bagi kebutuhan proyek infrastruktur dan industri otomotif dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun.

Airlangga menegaskan, jumlah kapasitas KOS tersebut akan mendukung target produksi nasional hingga 10 juta ton baja pada tahun 2020.

"Target ini hanya bisa tercapai apabila kita menaruh perhatian penuh pada pembangunan teknologi dan mendorong investasi baru di sektor ini," ujarnya.

Kemenperin berharap, perusahaan yang berdiri di atas lahan seluas 21 hektare dengan target menyerap tenaga kerja 140 orang ini diminta untuk terlibat dalam program pendidikan vokasi model link and match antara SMK dengan industri.

Selanjutnya, KOS dapat terus menerus memasok baja ber-SNI dengan stabil, seperti produk reinforced bars, equal angles, dan channels sehingga mampu memenuhi meningkatnya permintaan di sektor konstruksi dan proyek infrastruktur.

"Dengan mempertimbangkan hal tersebut, kami mendukung pembangunan dan ekspansi selanjutnya," tambah Airlangga.

Presiden KOS Masahiro Takahashi menyatakan, perusahaan akan memperkuat pasokan produk baja berkualitas tinggi seiring dengan meningkatnya permintaan serta berkomitmen untuk berkontribusi pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Kami dapat menghasilkan produk baja profil berkualitas tinggi dan memenuhi standar internasional untuk menara transmisi listrik dan strutur baja lainnya. Kualitas baja kami terlihat dari ukuran, panjang, ketebalan, dan kelurusan," paparnya.

Misalnya, untuk pembangunan jalan tol dan perkeretaapian, KOS mampu memproduksi baja tulangan 50 dollar AS yang memiliki ketebalan dengan diameter 50mm.


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2017