Jumat, 22 September 2017

Serangan udara pimpinan AS tewaskan 30 warga sipil di Suriah

| 3.695 Views
Serangan udara pimpinan AS tewaskan 30 warga sipil di Suriah
Pemandangan menunjukkan bus-bus yang terbakar ketika sedang dalam perjalanan untuk mengevakuasi orang sakit dan terluka dari desa-desa Suriah yang terkepung, al-Foua dan Kefraya, setelah mereka diserang dan dibakar, di provinsi Idlib, Suriah, dalam foto yang disediakan oleh SANA, Minggu (18/12/2016). (SANA/Handout via REUTERS/cfo/16)
Damaskus, Suriah (ANTARA News) - Tak kurang dari 30 warga sipil tewas pada Senin (24/7), ketika serangan udara pimpinan AS menyasar satu penjara yang dioperasikan oleh ISIS di Kota Ar-Raqqa di bagian utara Suriah, demikian laporan radio lokal, Sham FM.

Serangan oleh koalisi pimpinan AS tersebut mengenai penjara itu, tempat warga sipil ditahan oleh kelompok ISIS di bagian tengah Kota Ar-Raqqa, kata laporan tersebut.

Serangan itu dilancarkan beberapa jam setelah koalisi pimpinan AS menyerang beberapa deerah di Kota Mayadeen di Provinsi Deir Az-Zour di Suriah Timur, demikian laporan Xinhua, Selasa pagi. Sepuluh orang tewas dalam peristiwa itu, kata stasiun televisi Al-Mayadeen.

Sejak memasuki Suriah untuk memerangi IS pada 2014, koalisi pimpinan AS telah menewaskan puluhan warga sipil di berbagai daerah yang dikuasai oleh IS dan Suriah Timur dan Utara.

AS belum lama ini telah mendukung Pasukan Demokratis Suriah, pimpinan suku Kurdi, dalam desakan mereka untuk merebut Ar-Raqqa, Ibu Kota ISIS di Suriah.

Pada Minggu (23/7), Al-Mayadeen melaporkan sebanyak 50 gerilyawan Front An-Nusra, yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida, tewas dalam ledakan di Kota Idlib, Suriah Utara.

Beberapa mobil, yang berisi amunisi, meledak di dekat satu pertemuan gerilyawan Front An-Nusra, dan tak ada petunjuk lebih lanjut yang menunjukkan apakah pemboman itu direncanakan atau tidak sengaja.

Mobil tersebut milik gerakan pesaing Front An-Nusra, Ahrar Ash-Sham --yang kalah dominasi di Idlib pada Ahad pagi dari Front An-Nusra, atau Front bagi Pembebasan Levant, setelah pertempuran antara kedua kelompok itu.

Pertempuran antar-kelompok gerilyawan tersebut telah berkecamuk baru-baru ini di Idlib, yang sebagian besar dikuasai oleh Front An-Nusra. Sementara itu Ahrar Ash-Sham melaporkan penarikan diri dari kota tersebut.

Front An-Nusra, yang dimasukkan sebagai kelompok teror oleh masyarakat internasional dan PBB, dan dikeluarkan dari setiap kesepakatan bersama dengan kelompok IS.

Perang melawan Front An-Nusra telah mendorong beberapa kelompok gerilyawan yang bersekutu dengannya agar mundur di tengah laporan bahwa Ahrar Ash-Sham telah bersekutu dengan Tentara Suriah Bebas,yang didukung oleh Turki.

(Baca: Ledakan di Idlib, Suriah, tewaskan 50 gerilyawan)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga