Jumat, 22 September 2017

Kementan prakarsai hadirnya penyuluh pertanian swadaya

| 2.303 Views
Kementan prakarsai hadirnya penyuluh pertanian swadaya
Kementan (id.wikipedia.org)
Padang (ANTARA News) - Kementerian Pertanian akan memprakarsai hadirnya penyuluh pertanian swadaya yaitu petani yang berhasil dan mau melakukan penyuluhan kepada petani lain bersinergi dengan penyuluh pegawai negeri sipil.

"Saat ini secara nasional jumlah penyuluh pertanian 44 ribu orang, sementara ada 72 ribu desa yang potensial mengembangkan pertanian, solusi menutupi kekurangan dengan mendorong hadirnya penyuluh swadaya," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Momon Rusmono di Padang, Jumat.

Ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan koordinasi dengan penyuluh di Sumbar dihadiri Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar Chandra.

Menurut dia, para penyuluh dari Aparatur Sipil Negara, penyuluh Tenaga Harian Lepas akan bersinergi dengan penyuluh swadaya sehingga semua desa di Tanah Air bisa tersentuh dengan kegiatan penyuluhan pertanian.

Ia mengatakan pihaknya akan mengidentifikasi pertani yang berhasil untuk dijadikan penyuluh swadaya.

"Jadi syaratnya dua yaitu petani yang berhasil dan mau melakukan penyuluhan sebab penyuluh yang berhasil adalah dari dan oleh serta untuk petani itu sendiri," ujar dia.

Oleh sebab itu penyuluh yang ada harus pandai mengelola petani yang berhasil untuk ikut membantu penyuluhan pertanian, lanjutnya

Ia menyampaikan penyuluh swadaya akan lebih efektif karena mereka tidak banyak cerita tapi langsung mencontohkan lewat keberhasilan yang diperoleh.

"Kalau contohnya bagus tidak disuruh pun petani akan mau melakukannya," ujar dia.

Ia menyebukan penyuluh ASN saat ini berjumlah 25.460 orang dan 19 ribu orang tenaga bantu harian lepas.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar Chandra mengatakan salah satu masalah yang mengemuka soal penyuluh pertanian adalah kesejahteraan.

"Padahal penyuluh adalah motor penggerak pertanian untuk meningkatkan produksi," ujar dia.

(T.I030/S025)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga