Kupang (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Australia, Kamis, melakukan pertemuan bisnis untuk menjajaki kerja sama di sektor pariwisata yang dapat dikembangkan kedua daerah yang berbatasan wilayah laut secara langsung itu.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu per sambungan telepon via aplikasi "whatsapp"dari Sydney Australia dengan Antara di Kupang, mengatakan pertemuan bisnis tersebut difasiltiasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney melibatkan pihak Kementerian Pariwisata.

"Dalam temu bisnis ini kami sudah paparkan ke pihak Australia semua terkait berbagai potensi pariwisata yang kita miliki di NTT yang memungkinkan untuk selanjutnya dikerjasamakan," katanya.

Marius yang hadir bersama mitranya Ketua Komisi II DPRD NTT Yucundianus Lepa itu menjelaskan, pertemuan tersebut sekaligus sebagai promosi kekayaan pariwisata yang dimiliki Provinsi Selaksa Nusa itu secara langsung.

Sekaligus, lanjutnya, menjajaki potensi pariwisata yang dikembangkan melalui investasi dari para pengusaha maupun program pemerintah dari negeri asal Kanguru itu.

"Semua potensi kita paparkan ke pihak Australia dan mereka menyambut baik, pihak KJRI juga mendukung dan siap untuk memfasilitasi pertemuan kita selanjutnya," katanya.

Ia menyebut, sejumlah aspek yang dibicarakan bersama dalam pertemuan tersebut seperti beragam potensi pariwisata, infrastruktur, hingga pembangunan sumber daya manusia untuk mendukung pariwisata.

Menurut Marius, pengembangan pariwisata NTT yang merupakan salah satu tekad pembangunan pemerintah provinsi itu masih membutuhkan banyak sentuhan investasi seperti infrastruktur pariwisata, sarana prasaran, penginapan, kuliner, ekonomi kreatif dan lainnya.

Untuk itu, melalui pertemuan bisnis seperti itu diperlukan untuk mendorong agar berbagai program pembangunan maupun pemberdayaan dari pihak Australia bisa masuk ke NTT.

"Dengan potensi yang ada kita terus berupaya meyakinkan pihak Australia bahwa peluang-peluang investasi pariwisata di NTT masih terbuka lebar, tidak hanya dengan Ausralia namun juga dalam berbagai kesempatan dengan negara-negara lain," katanya.

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2017