Minggu, 22 Oktober 2017

Taylor Swift beri kesaksian murni atas pelecehan seksual yang menimpa dia

| 7.611 Views
Taylor Swift beri kesaksian murni atas pelecehan seksual yang menimpa dia
Taylor Swift. (instagram)
... Aku tahu itu, aku punya fotonya...
Denver (ANTARA News) - Penyanyi dan penulis lagu Taylor Swift, Jumat, mengeluarkan kesaksian tegas di bawah sumpah di pengadilan terbuka yang menyidangkan tuduhannya bahwa seorang pemandu musik radio Colorado melakukan pelecehan seksual saat mereka berfoto bersama empat tahun lalu.

(Baca: Taylor Swift jalani persidangan kasus dugaan pelecehan seksual terhadapnya)

Pemenang Grammy di balik hits Fearless, Bad Blood, dan I Knew You Were Trouble, bersaksi pada Kamis di hari keempat sidang pengadilan federal di Denver terhadap pria yang dia tuduhkan melakukan pelecehan seksual, David Mueller.

(Baca: Pengakuan Taylor Swift dalam peradilan pelecehan seksual)

Delapan anggota dewan juri Amerika Serikat menimbang tuduhannya Mueller menggerayangi bokongnya yang terbuka saat temu penggemar sebelum konser pada 2013. Kesaksian Taylor itu melawan pernyataan Mueller bahwa Taylor membuat tuduhan yang tidak benar dan menyebabkan ia dipecat dari pekerjaannya.

Tetapi dengan pengecualian Mueller, saksi pertama sidang percobaan tersebut, hampir setiap individu yang dipilih untuk bersaksi pengacaranya, Gabriel McFarland, memberikan kesaksian menarik, yang justru mendukung posisiTaylor.

Kesaksian Taylor tampaknya sangat menghancurkan pihak Mueller hingga pengacaranya, D Douglas Baldridge, menolak kesempatan untuk melakukan pemeriksaan silang terhadap kliennya sendiri saat McFarland selesai menanyainya. 

Masih harus dilihat apakah Baldridge akan memanggil orang lain untuk bersaksi begitu McFarland mengistirahatkan kasusnya.

Dalam bahasa yang gamblang dan kadang-kadang menarik perhatian orang di ruang sidang, bahkan dari beberapa anggota juri, Taylor mengatakan, bokongnya diraba "sangat lama" dan "secara sengaja" oleh Mueller saat mereka berfoto bersama pacar sang penyiar radio, dan Mueller tampak seperti orang mabuk pada saat itu.

"Klien Anda memegang bokong saya. (Tangannya) terus menempel di bokong saya yang terbuka. Saya merasakan (tangannya) menggerayangi bokong saya di bawah rok," katanya, pada McFarland.

Mueller, 55, Selasa lalu bersaksi bahwa dia mungkin telah melakukan kontak yang tidak disengaja dengan Taylor, namun menolak tuduhan bahwa ia melakukan tindakan tidak pantas. Ketika ditanya apakah dia menggerayangi anggota tubuh bagian belakang artis tersebut, mantan penyiar stasiun radio Denver, KYGO-FM, itu menjawab, "Tidak, saya tidak melakukannya."

Foto yang menjadi perdebatan dan berulang kali ditampilkan di pengadilan menunjukkan bintang pop itu mengenakan rok hitam dan atasan, diapit Mueller dan pacarnya, ketiganya tersenyum ke arah kamera. Tampak tangan kanan Mueller terhalang di belakang bagian belakangnya, dan Taylor tampaknya telah menggeser pinggulnya sedikit menjauh darinya.

Taylor dengan tajam menolak pernyataan McFarland bahwa Mueller adalah korban identitas keliru. "Seluruh tangannya ada pada bokongku, aku tahu dia pelakunya," balasnya.

Laporan Taylor didukung oleh kesaksian dari beberapa orang lain, termasuk juru fotonya, Stephanie Simbeck, yang mengabadikannya melalui kamera miliknya ketika Mueller meletakkan tangannya pada bokong Taylor. Dia mengatakan bahwa jelas terlihat dalam foto bahwa Taylor sedang berusaha menjauhkan diri dari Mueller.

Setelah Mueller dan pacarnya pergi, Simbeck bersaksi, Taylor berkata dengan suara keras: "Bung, orang itu menggerayang bokongku," dan ditanggapi Simbeck, "Aku tahu itu, aku punya fotonya."

Mereka segera menemukan gambar Mueller di kameranya dan Taylor berkata, "Itu dia," ujar Simbeck kepada para anggota juri.

Dalam kesaksian emosional pada Rabu, ibunda Taylor, Andrea, menunjuk Mueller dari tempat saksi, dengan mengatakan, "Dia secara seksual menyerang putriku, tepat di sana, orang itu."

Mueller memulai proses pengadilan, dan mengklaim Taylor membual dan menekan KYGO untuk memecatnya dari pekerjaan yang memberinya gaji 150.000 dolar AS per tahun. Taylor kemudian melawan serangan dan tindakan kriminal tersebut, serta meminta kompensasi simbolis sebesar 1 dolar Amerika Serikat.

Mantan penyiar itu kini mencari penghasilan yang telah hilang dan pembersihan namanya, dan mengatakan kepada pengadilan minggu ini bahwa dia sangat malu dituduh melakukan sesuatu yang sangat tercela.

(Baca: Ibunda Taylor Swift jijik anaknya dilecehkan)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga