Kamis, 19 Oktober 2017

Dolar AS turun setelah data inflasi lemah

| 7.050 Views
Dolar AS turun setelah data inflasi lemah
Arsip Foto. Seorang teller menghitung dolar di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (11/3/15). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
New York (ANTARA News) - Kurs dolar AS diperdagangkan melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat, setelah data menunjukkan harga konsumen Amerika Serikat naik lebih rendah dari yang diperkirakan pada Juli.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,40 persen menjadi 93,031 pada akhir perdagangan Jumat menurut warta kantor berita Xinhua.

Di akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1828 dolar AS dari 1,1756 dolar AS, dan poundsterling Inggris naik menjadi 1,3022 dolar AS dari 1,2975 dolar AS. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7902 dolar AS dari 0,7888 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,97 yen Jepang, lebih rendah dari 109,32 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS nilainya turun menjadi 0,9612 franc Swiss dari 0,9637 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2679 dolar Kanada dari 1.2719 dolar Kanada.

Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Perkotaan naik 0,1 persen pada Juli pada basis disesuaikan secara musiman, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (11/8), lebih rendah daripada konsensus pasar untuk kenaikan 0,2 persen. Selama 12 bulan terakhir, semua item indeks naik 1,7 persen.

Data inflasi yang lemah menaikkan ekspektasi pasar untuk Federal Reserve AS mempertahankan suku bunganya lebih rendah untuk jangka waktu lebih lama.

Hanya 38 persen investor yang memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini, turun dari sekitar 45 persen menurut alat FedWatch CME Group.(UU.A026)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga