Rabu, 23 Agustus 2017

Trump katakan opsi militer terhadap Korea Utara sudah siap

| 4.019 Views
Trump katakan opsi militer terhadap Korea Utara sudah siap
Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence tertawa saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump memegang tongkat bisbol ketika mereka menghadiri acara showcase produk Made in Amerika di Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Senin (17/7/2017). (REUTERS/Carlos Barria/cfo/17)
Washington (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (11/8) mengatakan bahwa sebuah opsi militer terhadap Korea Utara sudah siap, pernyataan terbarunya dalam perang kata dengan rezim Pyongyang.

"Solusi militer sekarang sudah sepenuhnya siap, locked and loaded, seandainya Korea Utara bertindak tidak bijak. Semoga Kim Jong-un akan menemukan jalan lain!" kata Trump di Twitter.

Pernyataan Trump di Twitter itu meningkatkan perang retorikanya dengan Kim berkenaan dengan program senjata Korea Utara, sementara Beijing mendesak kedua pemimpin itu meredam perselisihan mereka.

Sehari sebelumnya Trump memperkeras peringatannya bahwa Pyongyang akan menghadapi "api dan kemarahan" bila terus mengancam Amerika Serikat, serta mengatakan bahwa perkataannya mungkin "tidak cukup keras."

Trump juga memperingatkan bahwa Korea Utara seharusnya "sangat gugup" dengan kosekuensinya bila mereka berpikir untuk menyerang Amerika Serikat, setelah Pyongyang menyatakan mempersiapkan rencana untuk meluncurkan rudal ke wilayah Pasifik Guam.

Pyongyang mengatakan skema untuk menyasar pulau yang menjadi tempat kunci pangkalan militer Amerika Serikat di Pasifik barat itu ditujukan untuk "mengisyaratkan peringatan penting" karena "hanya kekuatan absolut" yang akan berdampak pada pemimpin Amerika Serikat yang "hilangnya ingatan".

Beijing pada Jumat meminta Amerika Serikat dan Korea Utara untuk menahan diri, mendesak kedua pihak "untuk berhati-hati dengan perkataan dan tindakan mereka."

China berulang kali mendesak pelanjutan perundingan enam-pihak yang sudah lama terbengkalai untuk mengatasi krisis itu, namun posisinya dibayangi oleh peningkatan tindakan menyerempet bahaya Trump dan Kim, demikian menurut warta kantor berita AFP. (hs)


Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga