Kamis, 17 Agustus 2017

Parfi '56 siap bentuk cabang di Ambon

| 3.266 Views
Parfi '56 siap bentuk cabang di Ambon
Wanda Hamidah (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Ambon (ANTARA News) - Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 56 siap membentuk cabang di Ambon untuk membangun dunia seni peran dan meningkatkan geliat industri perfilman di kota tersebut.

"PARFI 56 akan di Maluku, di ibu kotanya, kami sedang menyusun kepengurusan untuk persiapan dan setelah itu pelantikan juga," kata artis Wanda Hamidah, Wakil Sekjen I PARFI 56, di Ambon, Jumat.

Wanda berada di Ambon karena keterlibatan PARFI 56 dalam pelaksanaan Festival Jembatan Merah Putih (FJMP) pada 19 Agustus 2017, khususnya untuk pelaksanaan talkshow dan "Nonton Bareng Film Indonesia" yang akan dipusatkan di Universitas Pattimura.

Kegiatan itu sendiri akan menghadirkan narasumber dari PARFI 56, Kadin Indonesia, akademisi, sutradara dan artis Indonesia, juga melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Ambon.

Menurut Wanda, potensi Maluku di bidang entertaimen, khususnya dunia tarik suara sudah tidak diragukan lagi, tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional.

Hadirnya PARFI 56 di Ambon akan menambah potensi SDM lainnya di Maluku untuk bidang entertainmen.

Karena itu, segera setelah PARFI 56 terbentuk di Maluku, berbagai program terkait pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang seni peran dan peningkatan industri perfilman akan dilaksanakan.

Kegiatan-kegiatan yang akan dipaketkan menjadi program tahunan di Ambon, di antaranya adalah "coaching clinic" tentang film dan seni peran, termasuk workshop dengan menghadirkan pelatih-pelatih berkompeten dari Jakarta untuk membentuk SDM di tingkat lokal.

"Kami juga ingin manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam membangun seni peran. Ke depannya talkshow yang akan kita adakan bukan untuk mahasiswa saja tapi juga untuk masyarakat umum," ucapnya.

Ia menambahkan, sejalan dengan program pemerintah untuk membangun dari timur, PARFI 56 secara khusus ingin geliat perfilman juga sampai ke kawasan timur Tanah Air, sehingga masyarakat di sana tidak hanya menjadi penikmat film tapi juga bisa berkontribusi dan mejadi pelaku dalam industri tersebut.

"Menggeliatkan industri ini bukan hanya potensi sumber daya alam yang dipakai tapi sumber daya manusianya juga harus dilatih lagi, kalau ada pengusaha-pengusaha di Maluku juga mari sama-sama kita investasi ke film tapi investasinya ke film," ujarnya.

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga