Kamis, 24 Agustus 2017

Megawati: Pancasila tuntutan untuk bentuk karakter pemimpin

| 3.782 Views
Megawati: Pancasila tuntutan untuk bentuk karakter pemimpin
Megawati Soekarnoputri. (ANTARA /Puspa Perwitasari)
Bogor (ANTARA News) - Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden (UKP) Pemantapan Ideologi Pancasila (PIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa  Pancasila tidak sekadar dasar negara, ideologi dan cita-cita pemersatu bangsa, tapi juga sebuah dedikasi moral, tuntutan hidup, termasuk dalam pembentukan karakter dan jiwa pemimpin Indonesia.

"Membaca pidato-pidato Bung Karno sebagai seorang proklamator, sebagai pahlawan bangsa, beliau pernah mengatakan Indonesia harus punya dedication of live untuk kehidupannya," kata Megawati dalam pidato peluncuran program penguatan pendidikan Pancasila di halaman belakang Istana Bogor di Jawa Barat, Sabtu.

Menurut dia, Bung Karno sadar bahwa membangun negara memerlukan dasar-dasar moral dan pembentukan karakter, sehingga Pancasila dijadikan petunjuk bangsa untuk menghindari hal-hal yang negatif.

"Pancasila dalam arti moral, yaitu membimbing kita, mengharuskan kita dalam tingkah laku sehari-hari," katanya.

Megawati juga menilai Pancasila harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan bahkan sudah seharusnya menjadi fondasi dari sistem pendidikan Indonesia.

"Hanya dengan cara itu pendidikan mampu melahirkan manusia yang berwatak membangun, berani mengambil inisiatif, tidak lekas putus asa, ulet dan gigih untuk mencapai tujuan-tujuan yang tidak berorientasi pada diri sendiri, tapi pada kepentingan bersama," katanya.

Megawati meyakini hadirnya moral Pancasila dalam pendidikan di Indonesia harus mampu melahirkan manusia Indonesia yang handal.

Ketua Umum PDIP ini menilai moral Pancasila adalah modal bagi seseorang untuk dapat menjadi seorang pemimpin.

Dalam kesempatan ini, Megawati juga mengatakan, bahwa sebagai pemimpin, minimal memiliki daya tarik dan memiliki kemampuan dalam memimpin rakyat.

Menurut Megawati, daya tarik itu diperlukan agar bisa membuat yang lain memenuhi ajakannya, namun jangan terlalu over dosis.

Sedangkan kemampuan, katanya, karena pemimpin harus bisa membuat rakyat merasa mampu membangunkan rasa percaya diri rakyat untuk mencapai cita-cita dan mimpi tersebut.

"Dari rasa percaya diri tersebut niscaya akan melahirkan suatu kehendak yang untuk selalu diperjuangkan, syarat ketiga harus bisa menanamkan kemauan kepada rakyat untuk memiliki kekuatan bekerja memperjuangkan cita-cita," katanya.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga