Jumat, 18 Agustus 2017

"Yuk ke Monas", ketika ikon Jakarta tampil berbeda

| 3.347 Views
Gubernur DKI Jakarta meninjau toilet terbaru di belakangan lapangan basket area Monumen Nasional di Jakarta, Sabtu. (ANTARA News/ Sella Panduarsa Gareta)
Jakarta  (ANTARA News) - Ada yang baru dari Monumen Nasional (Monas) yang jadi ikon Jakarta itu, yakni kehadiran gerakan "Yuk ke Monas".

Ringkasnya, gerakan "Yuk ke Monas" mengajak masyarakat untuk melihat dan menikmati Monas yang kini tampil dengan perbaikan fasilitas terbaru, yaitu toilet.

"Toilet ini sesuai dengan standar di mall. Ini menjadi fasilitas terbaru di Monas, sehingga wisata keluarga menjadi semakin nyaman," kata Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat saat meresmikan penggunaan toilet tersebut di Jakarta, Sabtu.

Toilet baru Monas terletak tak jauh dari area lapangan basket dan mulai dibangun sejak awal 2017, setelah ramping kini melengkapi toilet Monas lainnya yang telah dibangun sejak 1975

"Yuk ke Monas" merupakan program Pemprov DKI bekerja sama dengan Coca Cola melalui program Indonesia SeGar, yang berkomitmen untuk memberikan inspirasi gaya hidup positif.

Menurut Djarot, Pemprov akan membangun toilet serupa di berbagai taman yang ada di Jakarta.

Selain itu, 400 buah lampu LED juga akan dipasang menerangi setiap sudut Monas, sehingga saat malam, Monas masih memancarkan keindahan.

Dengan lahan seluas 80 hektare, Monas menjadi salah satu area terbuka publik terbesar di Jakarta yang memiliki nilai sejarah. Tinggi serta menjadi simbol dan salah satu tujuan rekreasi bagi masyarakat hingga wisatawan.

"Oleh karena itu, yuk ke Monas bersama keluarga. Selain nyaman, Monas juga bisa menjadi wisata romantis," pungkas Djarot.


Editor: Gilang Galiartha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga