Rabu, 23 Agustus 2017

Televisi dianggap biang keladi Usain Bolt cedera

| 2.574 Views
Televisi dianggap biang keladi Usain Bolt cedera
Justin Gatlin, pelari Amerika Serikat (AS) yang meraih gelar juara Kejuaraan Atletik Dunia, bersimpuh menghormati Usain Bolt dari Jamaika, yang menutup karir di lapangan balap lari usai event di London, Inggris, Sabtu (5/8/2017) itu. (twitter.com/@justingatlin/Reuters)
London (ANTARA News) - Justin Gatlin mengamini keluhan tim estafet Jamaika bahwa masa tunggu untuk masuk lapangan yang terlalu lama sebelum final 4x100m putra  pada Kejuaraan Dunia Atletik, Sabtu waktu setempat, menjadi faktor pemicu cedera yang diderita Usain Bolt saat menjadi pelari terakhir timnya pada nomor itu.

Bolt, setelah mendapat tongkat estafet dari Yohan Blake, sempat menempati urutan ketiga di belakang Inggris dan AS yang masing-masing akhirnya meraih medali emas dan perak, ambruk di lintasan karena menderita cedera hamstring.

Rekan-rekan satu tim Bolt mengeluhkan masa menunggu selama 45 menit di ruang panggil sebelum masuk lintasan telah mengganggu persiapan mereka.

"Saya kira mereka terlalu lama menahan kami di ruang tunggu," kata Yohan Blake. "Usain bilang kepada saya 'Yohan, saya kira ini gila. Empat puluh menit dan dua presentasi medali sebelum kita lomba'".

Gatlin yang menaklukkan Bolt dengan meraih emas pada nomor 100m putra pekan lalu mengamini keluhan Blake. Dia menyalahkan jadwal televisi untuk event ini menjadi penyebab malapetaka yang menimpa Bolt.

"Saya tahu ini sihir televisi, dan semua orang harus bersiap tepat waktu demi pemirsa di rumah. Saya pribadi merasa kami tertahan di stadion agak terlalu lama tanpa kostum," kata Gatlin said.

Ketika ditanya apa faktor itu juga turut memicu cedera Bolt, Gatlin menjawab, "Saya kira ya. Yang diketahui selama ini dari penampilan Usain, dia selalu siap, dia selalu memastikan dirinya tidak cedera dan jarang sekali melihat Usain cedera ketika dia akan berlomba."

Gatlin menjadi pelari kedua tim AS di mana AS meraih medali perak, dan Inggris untuk pertama kalinya meraih medali emas nomor ini.


Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga