Minggu, 22 Oktober 2017

Tari Saman 10.001 pecahkan rekor MURI

| 5.611 Views
Tari Saman 10.001 pecahkan rekor MURI
Warga dari berbagai komponen masyarakat, PNS, anggota TNI/Polri, pelajar bersiap-siap menampilkan tarian tradisional Saman saat gladi di stadion Seribu Bukit, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Sabtu (12/8/2017). Tarian massal Saman yang telah menjadi warisan budaya dunia akan diikuti 10.001 penari pada 13 Agustus 2017. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Blangkejeren, Gayo Lues-Aceh (ANTARA News) - Tari Saman 10.001 yang berlangsung di Stadion Seribu Bukit Blangkejeren Gayo Lues Provinsi Aceh berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI), Minggu.

Perwakilan MURI, Andre Purwandono di Blangkejeren menyebutkan jumlah peserta tari saman sebanyak 12.262 orang atau melebihi dari yang ditergetkan sebanyak 10.001 penari.

"Seni budaya seperti ini sangat dinantikan oleh segenap bangsa Indonesia karena Tari Saman merupakan warisan asli bangsa Indonesia yang wajib kita jaga dan lestarikan bersama," katanya.

Ia mengatakan pihak MURI telah menghitung jumlah penari yang ikut ambil bagian pada pergelaran saman yang berlangsung di Blangkejeren tersebut dan peserta yang ikut melebihi dari yang telah ditargetkan.

MURI memberikan penghargaan kepada Kabupaten Gayo Lues yang diterima langsung oleh Bupati setempat Ibnu Hasim atas rekor pergelaran Tari Saman oleh penari terbanyak.

Ia mengatakan pergelaran tari saman oleh penari terbanyak yang berhasil memecahkan rekor MURI dengan nomor rekor 8022.

Penampilan Tari Saman 10.001 yang berlangsung di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Gayo Lues menghipnotis penonton yang memadati Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren.

Para penari yang memperlihatkan kebolehannya dihadapan seluruh penonton tersebut berasal dari 145 gampong/kampung di Gayo Lues, Satuan Kerja Perangkat Kabupaten dan juga enam kabupaten tetangga.

Pergelaran Tari saman 10.001 dihadiri Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasim, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi dan sejumlah DPR asal Aceh.

(Baca: "Ngarak beras perelek" Purwakarta pecahkan rekor MURI)

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga