Rabu, 27 September 2017

Mendikbud minta guru bangga dengan profesinya

| 5.085 Views
Mendikbud minta guru bangga dengan profesinya
Mendikbud Muhadjir Effendy. (ANTARAFOTO/Wahyu Putro A) ()
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta para guru dan tenaga kependidikan untuk bangga dengan profesi yang ditekuninya itu.

"Saya harap bapak dan ibu guru dapat terus menambah wawasan, dan mengasah pengetahuan untuk dapat meningkatkan profesionalisme. Yang terpenting adalah motivasi dalam diri guru itu sendiri," ujar Muhadjir Effendy dalam kegiatan pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi tingkat nasional tahun 2017, di Jakarta, Senin.

Mendikbud berpesan agar melalui kegiatan ini dapat dibangun rasa kebersamaan dan kebanggaan terhadap profesi, serta hubungan yang harmonis antara guru dan tenaga kependidikan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Hamid Muhammad menjelaskan dalam ajang pemilihan ini diikuti sebanyak 798 GTK dari 34 provinsi.

Sebanyak 315 guru berprestasi dan berdedikasi, lima orang Guru Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN), 233 orang Kepala Sekolah Berprestasi dan Berdedikasi, 151 orang Pengawas Sekolah Berprestasi dan Berdedikasi. Selain itu, terdapat 27 orang Tenaga Laboran/Laboratorium Sekolah, 38 orang Tenaga Perpustakaan, serta 29 orang Tenaga Administrasi Sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 20 Agustus 2017 tersebut, kata Hamid, merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pemberdayaan guru dan tenaga kependidikan yang telah memberikan prestasi dan dedikasinya terhadap dunia pendidikan.

Terdapat 39 kategori penghargaan untuk Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, Tenaga Administrasi, dan Tenaga Laboratorium/Laboran berprestasi serta berdedikasi dari 34 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).

"Sebelum masuk pada tingkat nasional, seleksi GTK berprestasi dan berdedikasi dilaksanakan secara bertingkat. Mulai dari tingkat satuan pendidikan, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, sampai pada tingkat nasional," jelas Hamid.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga