Senin, 25 September 2017

UNY evaluasi mahasiswa Program Bidikmisi

| 3.841 Views
UNY evaluasi mahasiswa Program Bidikmisi
Beasiswa (ANTARA News/hanmus/2016)
Yogyakarta (ANTARA News) - Universitas Negeri Yogyakarta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap mahasiswa penerima beasiswa program bidikmisi angkatan 2013 dan 2014 dalam bidang akademik.

"Kegiatan itu diikuti sebanyak seribu mahasiswa dari kedua angkatan. Tujuan kegiatan itu adalah untuk memonitor dan mengevaluasi kegiatan mahasiswa bidikmisi dalam bidang akademik," kata Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sutrisna Wibawa di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, ada tiga hal pokok dalam perjalanan mahasiswa bidikmisi di UNY yaitu selesai dalam delapan semester, menjadi pionir dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, dan memutus rantai kemiskinan.

"Mahasiswa harus selesai studi tepat delapan semester karena pemerintah memberi beasiswa hanya dalam kurun waktu tersebut. Bagi mahasiswa yang berada pada semester terakhir silakan konsentrasi pada studi saja," kata Sutrisna.

Wakil Rektor III UNY Sumaryanto mengatakan pengembangan kegiatan kemahasiswaan mengarah pada peningkatan penalaran, kreativitas, menumbuhkan daya saing, kewirausahaan, kebugaran, dan kepedulian sosial.

"Hal itu sesuai dengan visi UNY menjadi universitas kependidikan unggul, kreatif, dan inovatif berlandaskan ketaqwaan, kemandirian, dan kecendekiaan pada tahun 2025," kata Sumaryanto.

Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Informasi UNY Sukirdjo mengatakan rerata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa bidikmisi angkatan 2013 adalah 3,51 dan angkatan 2014 adalah 3,45.

IPK tertinggi untuk mahasiswa bidikmisi angkatan 2013 diraih Ari Pratiwi dari Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dengan IPK 3,92 dan untuk mahasiswa bidikmisi angkatan 2014 diraih Rizki Apriana dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dengan IPK 3,87.

"Mahasiswa diharapkan menempa diri dengan kegiatan akademik dan kemahasiswaan agar memiliki pengalaman dan kompetensi yang memadai untuk melangkah ke dunia kerja atau studi lanjut S-2," katanya.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga