Jumat, 22 September 2017

Emas naik dipicu penurunan saham dan serangan di Barcelona

| 3.488 Views
Emas naik dipicu penurunan saham dan serangan di Barcelona
harga emas naik (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)
Chicago (ANTARA News) - Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange terus meningkat pada Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah penurunan pasar saham akibat kekacauan politik di Washington dan serangan teroris di Barcelona.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 9,5 dolar AS atau 0,74 persen, menjadi menetap di 1.292,40 dolar AS per ounce.

Logam mulia telah mempertahankan kenaikannya untuk hari kedua berturut-turut, karena Dow Jones Industrial Average turun 165,67 poin atau 0,75 persen menjadi 21.859,20 poin pada pukul 18.36 GMT.

Ketika pasar ekuitas mengalami kerugian, emas berjangka biasanya naik sebagai akibat meningkatnya permintaan terhadap investasi "safe haven".

Para analis mengaitkan permintaan terhadap emas dengan kekacauan di Washington, ketika Presiden Trump menangani demonstrasi bermotif rasial di Charlottesville, Virginia, bahkan mengangkat alis di antara rekan-rekan republikennya.

Investor-investor sekarang meragukan kemampuan Presiden Trump untuk melakukan reformasi legislatifnya yang ramah bisnis setelah membubarkan dua komite penasihat Gedung Putih, yang anggotanya mengundurkan diri satu per satu dalam menanggapi komentar-komentar kontroversial Presiden mengenai kekerasan di Charlotesville.

Emas berjangka mendapat dukungan tambahan karena meluasnya berita bahwa sebuah serangan van di Barcelona menewaskan sedikitnya 13 orang, menyebabkan 80 lainnya cedera. Seorang pria Maroko yang tinggal di Spanyol ditangkap sebagai tersangka terkait dengan serangan teror tersebut.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 11,3 sen atau 0,67 persen, menjadi ditutup pada 17,053 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober naik 7,2 dolar AS atau 0,74 persen, menjadi menetap di 981,7 dolar AS per ounce, demikian Xinhua.

(UU.A026)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga