Senin, 25 September 2017

Menkeu: APBN harus ciptakan pemerataan dan keadilan

| 3.651 Views
Menkeu: APBN harus ciptakan pemerataan dan keadilan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (ANTARA/M. Agung Rajasa)
Tantangan di situ adalah membuat desain agar mereka tidak bocor ..."
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) harus menjadi instrumen yang dapat menciptakan pemerataan dan keadilan kepada seluruh rakyat Indonesia.

"Tema APBN adalah betul-betul menggunakan semua sisi untuk menciptakan pemerataan dan keadilan yang lebih banyak," katanya di Jakarta, Jumat.

(Baca juga: Menkeu: Pertumbuhan ekonomi 54 persen cukup optimistis)

Sri Mulyani menjelaskan untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan tersebut, maka APBN tetap memberikan alokasi belanja yang mencukupi untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

"Untuk membantu masyarakat berpendapatan rendah, maka subsidi berupa bantuan nontunai dinaikkan, begitu juga dana desa, dan dana alokasi khusus bidang fisik yang bertujuan untuk menghadapi kemiskinan di akar rumput," ujarnya.

(Baca juga: Menkeu: Belanja pemerintah pusat dukung sasaran pembangunan)

Selain itu, ia mengemukakan, agar pemanfaatan belanja sosial tersebut dapat lebih efektif, maka kebocoran anggaran di pos-pos kemiskinan dan kesenjangan harus diminimalisir.

"Tantangan di situ adalah membuat desain agar mereka tidak bocor, dan betul-betul bisa mencapai ke masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

(Baca juga: Menkeu: Pembiayaan utang 2018 untuk kegiatan produktif)

Sri Mulyani menyatakan pembangunan infrastruktur juga memiliki peran penting terhadap upaya pengentasan kemiskinan agar masyarakat kurang mampu memiliki akses terhadap sumber kegiatan ekonomi.

"Infrastruktur yang dibangun bisa membuat mereka terkoneksi dengan pasar sehingga mereka bisa memiliki aktivitas ekonomi yang berkelanjutan," demikian Sri Mulyani.

(Baca juga: Menkeu: Pemerintahan Jokowi-JK terus tingkatkan daya saing)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga