Senin, 25 September 2017

SEA Games 2017 - Indonesia ubah strategi hadapi Vietnam

| 3.752 Views
SEA Games 2017 - Indonesia ubah strategi hadapi Vietnam
Asisten Pelatih, Bima Sakti (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta (ANTARA News) - Tim nasional U-22 Indonesia akan mengubah strategi bermain dalam laga keempat Grup B sepak bola putra SEA Games ke-29 di Malaysia, menghadapi Vietnam, kata asisten pelatih timnas U-22 Bima Sakti.

Menurut Bima, nantinya ada perubahan formasi tim karena perubahan komposisi pemain. Satu sektor yang disorot adalah gelandang tengah yang tidak akan diisi Evan Dimas yang dilarang bermain satu kali karena akumulasi kartu kuning.

"Perubahan formasi dilakukan karena ada empat atau lima posisi yang berubah. Pengganti Evan belum dipastikan, antara Hargianto ataukah Hanif Sjahbandi. Yang pasti mereka memiliki kesempatan untuk tampil besok," ujar Bima dikutip dari keterangannya kepada media Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Jakarta, Senin.

Dia melanjutkan, pelatih Luis Milla fokus membenahi pertahanan dalam sesi latihan jelang melawan Vietnam, di mana salah satu perhatiannya adalah bagaimana mengantisipasi umpan silang.

"Luis Milla menilai, tim bisa memiliki catatan bagus di SEA Games karena kerja sama pertahanan yang bagus. Besok adalah pertandingan yang penting. Jadi semua pemain harus bertanggung jawab baik saat bertahan maupun menyerang," tutur Bima.

Di tim nasional U-22 sendiri ada beberapa pemain yang sudah beberapa kali menghadapi tim Vietnam, seperti Evan Dimas, Muhammad Hargianto dan Hansamu Yama. Pengalaman itu pun tidak disia-siakan oleh timnas U-22.

"Sudah banyak masukan dari Evan, Hargianto dan Hansamu mengenai pemain Vietnam yang harus diwaspadai," tutur Bima.

Evan Dimas sendiri meminta rekan-rekannya mewaspadai semua pemain Vietnam yang dianggapnya memiliki kemampuan teknik individu yang bagus.

Namun, Evan meminta tim tidak menganggap Vietnam lebih baik dibandingkan Indonesia.

"Kalau sampai ada pikiran Vietnam lebih baik dari kita, artinya kita kalah sebelum bertanding. Yang penting anggota tim saling membutuhkan dan saling mendukung satu sama lain," kata Evan.

Terkait dirinya yang tidak bermain melawan Vietnam karena akumulasi kartu kuning, Evan menuturkan dia menghormati keputusan wasit dan panitia.

Dia pun percaya rekan-rekannya bisa menggantikan ketidakhadirannya dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia.

"Saya juga percaya sepenuhnya kepada pelatih Luis Milla. Saya yakin laga besok menjadi milik kita," ujar Evan.

Indonesia sendiri akan menghadapi laga penting melawan tim kuat Vienam pada Selasa (22/8) di Stadion Majlis Perbandaraan MP Selayang, Malaysia, mulai pukul 19.45 WIB.

Peluang Indonesia untuk lolos langsung ke semifinal akan semakin terbuka jika bisa menundukkan Vietnam.

Saat ini di klasemen sementara Grup B, Vietnam masih menjadi pemimpin dengan nilai sembilan hasil kemenangan di tiga laga. Di bawahnya berada Indonesia dan Thailand yang masing-masing memiliki tujuh poin hasil satu seri dan dua kemenangan. Indonesia-Thailand pun mempunyai jumlah selisih gol yang sama.

Sebagai informasi, tim yang berhak lolos ke babak berikutnya yaitu semifinal adalah peringkat pertama dan kedua di setiap grup sepak bola putra SEA Games 2017, Grup A dan Grup B.

(Baca: SEA Games 2017 - Boling tunggal dan ganda Indonesia raih perunggu)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga