Jumat, 22 September 2017

Harapan Kemenag agar jangan terjebak prosesi kurban

| 2.118 Views
Harapan Kemenag agar jangan terjebak prosesi kurban
Dokumentasi Idul Adha Di Palu. Seekor kambing kurban berada di antara umat muslim yang mengikuti salat Idul Adha di halaman Masjid Agung Darussalam Palu, Senin (12/9/2016). Ribuan umat muslim melaksanakan salat Idul Adha 1437 H secara serentak di surau, masjid dan di lapangan terbuka dan berlangsung dengan tertib dan lancar. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
...Kesempatan ini tentu agar dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah...
Jakarta (ANTARA News) - Direktur Jenderal Bina Masyarakat Islam Kementerian Agama Muhammadiyah Amin mengharapkan masyarakat Islam untuk memaknai Idul Adha sebagai kurban yang sebenarnya atau tidak terjebak pada prosesi keagamaan saja.

"Harapan itu selalu ada dalam setiap kegiatan Idul Adha. Kesempatan ini tentu agar dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana peristiwa penyembelihan Nabi Ismail," kata Muhammadiyah usai mengikuti Sidang Isbat Awal Dzulhijah 1438 Hijriyah/ 2017 Masehi di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan Idul Adha jangan hanya karena mengurbankan daging saja tapi harus diupayakan peningkatan ketakwaan dari pekurban, keluarga dan orang di sekitarnya.

"Penekanannya ada pada takwa. Kalau bukan karena ketakwaaan tidak mungkin mau mengeluarkan uang sampai sekitar Rp2 jutaan untuk membayar hewan kurban," kata dia.

Dia berharap umat Islam yang mampu untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk berkurban. Kurban itu harus diniatkan untuk beribadah bukan untuk hal-hal yang justru menjadikannya tercela, misalnya malah untuk pamer kepada sesama.

Muhammadiyah Amin berharap masyarakat yang berkurban supaya memilih tempat yang tepat untuk menyalurkan kurbannya. Dengan kata lain, perlu ada kecermatan memilih tempat penyaluran kurban di tempat yang benar-benar membutuhkan.

Maka, kata dia, harus diupayakan pemerataan distribusi daging kurban terutama dari kota ke desa secara proporsional.

"Jadi orang yang berkemampuan di kota-kota besar tidak mengapa kurbannya diserahkan kepada keluarga di kampung yang tidak biasa mengonsumsi daging tersebut," kata dia.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga