Senin, 25 September 2017

Warga diajak aksi nyata atasi perubahan iklim

| 3.331 Views
Warga diajak aksi nyata atasi perubahan iklim
Arsip: Walikota Tangerang Arief Wismansyah (kedua kanan) (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Tangerang (ANTARA News) - Wali Kota Arief R Wismansyah mengajak masyarakat lakukan aksi nyata dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang telah menjadi isu global.

"Pengendalian dampak Perubahan iklim butuh langkah kongkrit. Kita butuh rencana aksi bagaimana kita mengembalikan lingkungan kita. Sudah bukan saatnya lagi kita berwacana," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat membuka acara Sosialisasi Pengendalian Dampak Perubahan Iklim yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang di Ruang Akhlakul Karimah, Rabu.

Oleh karenanya, lanjut Wali Kota, pihaknya selama ini terus gencar mensosialisasikan arti penting kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sedini mungkin, lewat program Sekolah Adiwiyata yang mengenalkan konsep pelestarian lingkungan sejak usia sekolah.

"Adik-adik yang usianya di bawah dua puluh tahun angkat tangan, kalian semua ini dua puluh tahun kedepan bisa buktikan, kalau mandi aja susah, bila dari sekarang kalian tidak berusaha untuk menjaga kelestarian lingkungan yang ada. Dengan cuaca yang seperti sekarang yang sudah ini bukan orang lain tapi kita sendiri," ujarnya.

Wali Kota juga menyampaikan, konsep pengendalian dampak perubahan iklim juga harus bisa memberikan dampak nyata terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Makanya ketika kemarin ada Ketua RW yang mau bikin kampung Bekelir, saya dukung habis, selain bisa membuat lingkungan jadi lebih hijau, ada dampak ekonomi yang bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat di RW tersebut," ujarnya.

Oleh karenanya, kedepan untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan, pihaknya akan "memaksa" masyarakat untuk sedekah oksigen melalui program satu rumah satu pohon.

"Setiap RW harus mewajibkan warganya untuk menanam minimal satu pohon di rumahnya masing-masing, kalau warganya enggak mau nanam pohon jangan kasih stempel Pak RW, kalau ngurus ijin nikah atau tempat tinggal kudu nanam pohon dulu," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah, Sekolah dan Perguruan Tinggi LSM, Anggota Pramuka Kwarcab Kota Tangerang, Pelaku industri, Unsur TNI/Polri dan juga Masyarakat Kampung Hijau.

(T.KR-AIF/B012)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga