Jakarta (ANTARA News) - Di tengah kian ketatnya pasar kendaraan serbaguna kecil (LMPV) dengan tujuh penumpang di Indonesia, Avanza tetap perkasa memimpin penjualan Toyota pada pameran otomotif terbesar Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2017.

"Para pelanggan tetap antusias terhadap sang legenda kendaraan keluarga Indonesia yang sudah berusia 14 tahun, di tengah kian maraknya model baru masuk ke segmen ini," kata Executive GM PT Toyota-Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan Avanza termasuk Veloz memberi kontribusi tertinggi penjualan dengan surat pemesanan kendaraan (SPK) sebesar 2.191 unit dari total penjualan Toyota sebesar 7.136 unit selama GIIAS 2017 yang berlangsung pada 10-20 Agustus. Jumlah tersebut naik 3,2 persen dibandingkan total penjualan Avanza pada GIIAS 2016 sebesar 2.123 unit.    

Pencapaian penjualan Avanza tersebut menggeser dominasi  Toyota Calya, yang pada GIIAS 2016 memberi kontribusi tertinggi sebesar 2.225 unit. Tahun ini kendaraan murah dan ramah lingkungan (LCGC) tujuh penumpang itu berhasil meraih SPK sebanyak 1.264 unit, menempati posisi kedua dalam penjualan Toyota, setelah Avanza.   
 
"Penurunan (penjualan Calya) ini wajar karena segmen pasar ini sedang terkena efek memilih prioritas yang harus dipenuhi," kata pria yang akrab disapa Soerjo itu.

Namun ia bersyukur di tengah gempuran dan persaingan pasar di segmen kendaraan serbaguna (MPV) yang merupakan "kue terbesar" otomotif di Indonesia, Toyota tetap memimpin pasar dengan total penjualan MPV mencapai 5.328 unit atau 74 persen dari total pencapaian Toyota selama GIIAS 2017.
   
"Ini membuktikan minat pelanggan terhadap mobil-mobil Toyota, terutama MPV, tetap tinggi," ujar Soerjo.

Demikian pula dengan kendaraan legendaris Kijang Innova tetap diminati konsumen otomotif dengan SPK mencapai 901 unit naik dibandingkan pencapaian GIIAS 2016 sebesar 811 unit.

Sementara di luar prediksi, MPV atas (high MPV) dan teranyar Toyota, All New Voxy, yang merupakan pendatang baru mampu mendulang SPK hingga 361 unit. Tampilannya yang Sporty, Stylish dan Elegant, menarik masyarakat kelas menengah atas. 

"Ini (jumlah SPK All New Voxy) di luar dugaan," kata Soerjo.

Kendaraan MPV lainnya di segmen medium yaitu Sienta memberi kontribusi 7,19 persen terhadap penjualan Toyota sepanjang GIIAS 2017. Sedangkan segmen lain seperti Sedan hatchback, SUV, dan kendaraan niaga, memberi kontribusi sisanya dari MPV atau sekitar 26 persen.    

"Pencapaian sepanjang GIIAS 2017 terhadap produk Toyota, membuat kami semakin optimistis bisa mencapai target pangsa pasar di atas 35 persen tahun ini," kata Soerjo.

Apalagi selain pencapaian penjualan, meskipun pihak TAM mengaku tidak menetapkan target pada GIIAS, Toyota juga berhasil meraih beragam penghargaan antara lain menjadi salah satu salah satu booth terfavorit dengan kategori luas di atas 2.000 m2 berdasarkan pilihan pengunjung.

Kemudian pada ajang Autocar Indonesia Reader’s Choice Award 2017 yang digelar pada GIIAS 2017, Toyota meraih enam penghargaan sebagai mobil favorit pilihan konsumen, diantaranya Agya,  Cayla, New Camry, All New Kijang Innova, dan Alphard. Selain itu Presiden Direktur Toyota Indonesia dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Warih Andang Tjahyono menjadi Automotive Man of The Year.

"Kami berharap dengan semangat Let’s Go Beyond, Toyota mampu mendukung perkembangan industri otomotif agar lebih dinamis bagi kemajuan Indonesia," kata Soerjo.
Pewarta:
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2017