Senin, 25 September 2017

Kemenko Maritim dorong Kabupaten Pati atasi defisit garam

| 2.770 Views
Kemenko Maritim dorong Kabupaten Pati atasi defisit garam
Garam (ANTARA FOTO/Ardiansyah)
Pati (ANTARA News) - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mendorong Kabupaten Pati, Jawa Tengah, agar bisa ikut berkontribusi dalam upaya mengatasi defisit garam nasional yang kerap terjadi setiap tahunnya.

Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Mineral, Energi dan Nonkonvensional Kemenko Kemaritiman Amalyos di Pati, Kamis, mengatakan pemerintah akan mengembangkan proyek integrasi lahan garam rakyat di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, sesuai dengan desain yang diusung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Pak Menko (Luhut Binsar Pandjaitan) meminta agar 2019 proyek ini sudah jalan sehingga ada kontribusi Kabupaten Pati untuk mengatasi defisit garam ini," katanya.

BPPT mengusung dua ide yakni integrasi lahan garam rakyat dan pembangunan pabrik multi produk.

Khusus di Pati, BPPT akan menyusun rencana desain pabrik pencucian garam (salt washing plant) untuk garam konsumsi dengan kapasitas hingga 60 ribu ton per tahun.

Nantinya, akan dibangun tanggul agar saat laut pasang, airnya dapat melewati tanggul dan disimpan dalam reservoir. Setelah itu, air laut akan menuju saluran evaporasi agar bisa memiliki kadar garam tinggi. Baru kemudian airnya dialirkan ke meja/lahan kristalisasi dan masuk ke pabrik untuk dibersihkan dan diolah.

"Rencana itu akan didukung dengan program integrasi lahan garam rakyat seluas 350 hektare yang juga disusun BPPT. Senin (28/8) akan ada rapat koordinasi dipimpin Pak Menko soal ini," katanya.

Amalyos menuturkan, dengan integrasi lahan garam rakyat seluas 350 hektare, produktivitas garam bisa mencapai 120 ton per hektare.

Terkait kebutuhan lahan tersebut, ia mengatakan pemerintah kabupaten dan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membantu dalam manajemen sistem lahan.

"Mudah-mudahan pada 2019 nanti sudah bisa berdiri salt washing plant didukung dengan lahan terintegrasi ini," katanya.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga