Rabu, 20 September 2017

Pegiat Medsos: Presiden "update" hal-hal baru

| 3.146 Views
Pegiat Medsos: Presiden
Pegiat media sosial Chico Hakim (kanan) dan Nita Kartikasari (kiri) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/8/2017). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo meminta pegiat media sosial untuk mengkampanyekan pesan damai melalui media sosial. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta (ANTARA News) - Pegiat media sosial Arief Muhammad mengakui bahwa Presiden Joko Widodo adalah orang yang "update" dengan hal-hal baru.

"Senang sih kita punya presiden yang update dengan hal-hal baru," kata Arief Muhammad yang terkenal di dunia maya dengan nama "Poconggg" di lingkungan istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Hari ini Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah pegiat medsos antara lain Chico Hakim, Nita Kartikasari, Agung Hapsah, Chandra Liow, Tiara Pangestika hingga Arief Muhammad yang akrab dipanggil "Poconggg". Akun instagram, twitter hingga Youtube mereka punya ribuan pengikut.

"Tadi kami makan siang sambil sharing apa yang lagi ramai kami obrolin supaya lebih update saja dengan pemerintah, di lapangan ada apa sekarang," tambah Arief.

Arief pun mengaku ada obrolan mengenai berita bohong (hoax).

"Iya ada tentang hoax, intinya bagaimana supaya kita bisa bersama-sama berperan memerangi hoax. Bermedsos yang baik sehingga yang negatif bisa tertutup dengan yang baik-baik, intinya begitu," tambah Arief.

Arief sendiri mengaku belum membuat "twit" tentang pertemuannya dengan Presiden tadi.

"Belum nge-twit karena di dalam tidak boleh bawa handphone, nanti kan kelihatan kalau saya nge-twit," ungkap Arief.

Sementara Nita Kartikasari mengaku bahwa pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo juga membahas masyarakat yang harus pintar dalam bersosial media atau menjadi seorang warganet yang bertanggung jawab.

"Pada saat menerima suatu berita juga jangan mudah disebarkan, kalau misalnya itu hal yang baik, untuk Indonesia baik negara luar negeri juga pasti melihat kita baik. Itu harus disebarkan, tapi berita yang belum pasti benar itu harus dipikirkan. Jangan mudah kita viralkan," kata Nita.

Menurut staf khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi SP, pertemuan Presiden dengan pegiat medsos karena Presiden ingin mengingatkan pada kalangan muda untuk menggunakan medsos secara santun.

"Juga mengajak pegiat medsos untuk selalu menyampaikan apa yang mengikat persatuan dan kesatuan bangsa. Kalau soal hoax di medsos kan sudah pernah diingatkan Presiden yaitu agar menggunakan medsos secara santun, tidak saling menghina dan menghujat, tidak menyampaikan fitnah-fitnah karena kita itu bersaudara terutama kepada kaum muda," kata Johan.

(T.D017/Y008)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga