Rabu, 27 September 2017

Praktisi : pendidikan luar ruang bentuk karakter siswa

| 2.404 Views
Praktisi : pendidikan luar ruang bentuk karakter siswa
Arsip: Peluncuran Pendidikan Karakter Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy (tengah) membatik tulis saat membuka Pameran Pendidikan di Purwokerto, Banyumas, Jateng (27/4/2017). (ANTARA/Idhad Zakaria) ()
Jakarta (ANTARA News) - Praktisi pendidikan luar ruang dari Outward Bound Indonesia (OBI) Wendy Kusumowidagdo mengatakan pendidikan luar ruang mempermudah pembentukan karakter siswa.

"Dengan melakukan, perjalanan di alam bebas atau pendidikan luar ruang, maka akan mempermudah pembentukan karakter siswa. Seseorang akan keluar dari zona nyaman, mengalami perubahan dan perkembangan, sehingga karakternya terbentuk," ujar Wendy di Jakarta, Kamis.

Selain itu, pendidikan luar ruang dengan satu tim maka akan menuntut seseorang melepaskan ego, saling bekerja sama, saling menolong.

"Dari sinilah jiwa kemanusiaan terbentuk," katanya.

Ia memberi contoh program Ekspedisi Bhineka Tunggal Ika Bagi Tunas Bangsa yang diikuti 14 siswa SMA dari seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-72. Melalui program tersebut, ditanamkan jiwa persatuan, solidaritas, pengabdian, semangat juang dan pantang menyerah.

"Melalui pendidikan luar ruang, siswa lebih mudah menangkap pesan yang ingin disampaikan".

Program tersebut diselenggarakan untuk negeri yang akan memberikan makna dan dampak mendalam, untuk mencetak generasi muda Indonesia berkarakter dan mempunyai semangat Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Apalagi, lanjut dia, bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada situasi semangat nasionalisme yang terasa makin terkikis.

"Oleh karena itu, ekspedisi ini dapat menanamkan benih-benih solidaritas, toleransi, gotong royong dan semangat nasionalisme pada para tunas bangsa Indonesia," kata dia.

Ekspedisi Bhinneka Tunggal Ika bagi Tunas Bangsa, merupakan pendidikan karakter dengan metode ekspedisi alam yang pertama di Tanah Air yang diselenggarakan di Purwakarta, 16 Agustus hingga 20 Agustus.

Selama lima hari, para peserta telah menjalankan aktivitas pendidikan luar ruang yakni berinteraksi dan menginap di rumah warga, pendakian dan pelaksanaan upacara, berkemah, dan melaksanakan ekspedisi air di Waduk Jatiluhur.

"Kami berharap, melalui ekspedisi ini akan menjadi tunas bangsa yang bertumbuh kembang secara positif, dan selanjutnya menjadi duta atau agen perdamaian, membangun semangat Bhinneka Tunggal Ika dengan rekan-rekan satu ekspedisinya, atau bahkan membangun jaringan yang lebih luas lagi untuk membangun negeri yang lebih baik lagi," harap dia.

(T.I025/A011)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga