Jakarta (ANTARA News) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghargai sikap Rina Emilda, istri dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang ingin menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

"Jadi kami hargai dan hormati, saya kira itu hak dari Bu Emil ya untuk bertemu dengan Presiden dan menjelaskan keadaan Novel atau hal-hal lain," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin.

Lebih lanjut, Febri menyatakan jika nantinya Presiden Joko Widodo memang menemui pihak keluarga Novel maka itu adalah sesuatu yang positif.

"Karena mungkin ada hal-hal yang ingin disampaikan oleh keluarga ke sana dan kami menghormati hak dari istri Novel untuk bertemu dengan Presiden atau untuk menyampaikan informasi-informasi kepada Presiden tersebut," ucap Febri.

Ia pun menyatakan bahwa sampat saat ini belum ada informasi soal apakah nantinya pimpinan KPK juga akan menemani keluarga Novel untuk bertemu Presiden.

"Sejauh ini belum, KPK tentu fokus berkoordinasi dengan pihak di Singapura terkait proses pengobatan Novel terutama pasca operasi ini dan juga berkoordinasi dengan tim yang melakukan investigasi pelaku penyerangan Novel tersebut," tuturnya.

Sebelumnya, Emilda meminta Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus penyerangan terhadap suaminya itu.

"Harapannya pertama adalah agar segera ada perhatian Bapak Presiden membentuk TGPF agar bisa melihat fakta-fakta penyiraman air keras ini secara objektif," kata Emilda saat konferensi pers terkait perkembangan kondisi kesehatan Novel Baswedan dan penanganan kasus penyerangan Novel di kediaman Novel di kawasan Kepala Gading, Jakarta Utara, Senin.

Dalam konferensi pers itu juga dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, aktivis HAM Haris Azhar, Direktur Eksekutif LBH Jakarta Alghifari Aqsa, Wakil Koordinator Bidang Advokasi Kontras Putri Kanesia, dan Hasan perwakilan masyarakat di sekitar kediaman Novel.

"Yang kedua, apabila perkara terungkap harapannya agar tidak terjadi lagi peristiwa teror kepada penegak hukum seperti saya," kata Emilda.

Ia pun menyatakan bahwa dirinya masih menunggu respons dari pihak Istana Kepresidenan untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo membahas penuntasan kasus penyerangan terhadap suaminya itu.

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.

Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan KTP-elektronik (KTP-e).

(Baca: LBH Jakarta harapkan Presiden minta bertemu keluarga Novel Baswedan)

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2017