Minggu, 24 September 2017

Lima pebalap Indonesia turun di kejuaraan dunia down hill

| 3.221 Views
Lima pebalap Indonesia turun di kejuaraan dunia down hill
Ilustrasi - Salah satu peserta Down hill, melewati rintangan turunan dan berakar dalam Turnamen Mahaka Cycling DownHill Super Champ, Cilegon, Banten, Sabtu (27/4 ). (FOTO ANTARA/Tjandra Moh Amin))
Jakarta (ANTARA News) - Lima pebalap terbaik Indonesia dari disiplin down hill dipastikan berpartisipasi pada "2017 Mountain Bike World Championships" di Cairns, Australia, 6-10 September dan diharapkan mampu meraih hasil terbaik pada kejuaraan bergengsi ini.

Manajer tim balap sepeda Indonesia, Budi Saputra di Jakarta, Selasa mengatakan, pebalap Indonesia yang dikirim ke Australia itu terdiri atas pebalap senior dan junior. Dari jumlah tersebut hanya ada satu pebalap wanita yang dikirimkan.

Untuk pebalap senior ada nama Popo Ario Sejati (peringkat 116 dunia), Hildan Afosma Katana (peringkat 81 dunia), Khoriful Mukhib (peringkat 78 dunia) dan Tiara Andini Prastika (peringkat 17 dunia). Sedangkan junior ada satu nama yaitu Pahras Alparisi.

"Rencananya mereka akan bertolak ke Australia hari ini. Visa juga sudah beres kecuali milik Pahras Alparisi yang saat ini masih dalam proses," kata Budi Saputra saat dikonfirmasi terkait keberangkatan atlet ke kejuaraan dunia.

Pada kejuaraan dunia ini, Popo Ario Sejati ini akan berhadapan langsung dengan pebalap dari banyak negara yang diantaranya adalah Afrika Selatan, Kanada, Amerika Serikat, Austria, Republik Ceko, Jepang hingga rival di Asia Tenggara yaitu Thailand.

Budi menjelaskan pada kejuaraan dunia ini pihaknya meminta kepada pebalap yang dikirim untuk memaksimalkan kemampuannya. Hal tersebut dilakukan agar kemampuannya meningkat karena sebentar lagi Indonesia dihadapkan menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Sebelumnya Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari menegaskan jika pemusatan latihan terus dilakukan meski SEA Games sudah usai. Pihaknya menilai pembinaan tidak boleh berhenti meski pada prakteknya banyak kendala yang harus dihadapi termasuk masalah dana.

"Kita tidak boleh berhenti. Kami terus mengirimkan atlet-atlet untuk mengikuti kejuaraan diluar negeri maupun hanya pemusatan latihan. Kami punya target untuk meraih hasil terbaik pada Asian Games 2018 nanti," katanya.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga