Rabu, 18 Oktober 2017

Pesawat Lion Air dua kali gagal terbang

| 12.823 Views
Pesawat Lion Air dua kali gagal terbang
Pesawat Lion Air (REUTERS/Thomas White)
Bandarlampung (ANTARA News) - Pesawat Lion Air dari Bandara Raden Inten II, Lampung tujuan Jakarta, Selasa, mengalami dua kali gagal terbang karena masalah teknis sehingga membuat para penumpang kecewa.

Staf Customer Service Lion Air di Bandara Raden Inten II, Ela Puspita Sari saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa masalah teknis menyebabkan tertunda penerbangan Lion Air tujuan Jakarta hingga dua kali.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya sesuai jadwal pesawat akan terbang pukul 08.00 WIB, namun setelah penumpang sekitar 45 menit berada dalam pesawat, awak pesawat mengumumkan ada masalah di parkir dan masalah teknis.

Kemudian sebanyak 189 penumpang pesawat Lion Air jenis Boeing 737-800 dengan kode penerbangan JT 245 itu diminta turun dari pesawat oleh pihak Lion, karena akan dilakukan perbaikan dengan menunggu teknisi dari Bandung.

Karena menunggu teknisi dan perbaikan memakan waktu lebih dari enam jam, pihak Lion kemudian memberikan makanan ringan dan makan siang serta kompensasi sebesar Rp300 ribu/orang kepada para penumpang.

Sekitar pukul 13.00 WIB, pihak Lion kembali mempersilahkan para penumpang untuk naik pesawat yang telah diperbaiki tersebut.

Para penumpang sempat protes karena pesawat tidak diganti dengan pesawat lain.

"Kami sempat protes, kenapa masih pakai pesawat yang sama dan tidak mendatangkan pesawat lain yang lebih siap secara teknis," kata salah satu penumpang.

Namun ketika pesawat bersiap akan terbang, tiba-tiba awak pesawat kembali membatalkan penerbangan dengan alasan pesawat kembali mengalami gangguan teknis.

Akhirnya, pihak Lion Air mengalihkan para penumpang ke pesawat Lion Air yang tiba dari Batam tujuan Lampung dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta, yang terbang pukul 16.45 WIB.

Di antara para penumpang tersebut terdapat tim paduan suara SMP Penabur Bandarlampung yang akan mengikuti festival paduan suara Penabur tingkat internasional di Jakarta pada 6-8 September 2017.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga