Sabtu, 23 September 2017

Beras surplus di Wajo Sulsel, Mentan diberi gelar penyelamat petani

| 2.592 Views
Beras surplus di Wajo Sulsel, Mentan diberi gelar penyelamat petani
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen raya padi di Desa Wele, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (7/9/2017). (ANTARA News/HO Kementan)
Jakarta (ANTARA News) - Bupati Wajo, Sulawesi Selatan, Andi Burhanuddin memberikan gelar kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai Penyelamat Petani karena pertanian daerah tersebut mendapat perhatian yang sangat tinggi dari Kementerian Pertanian berupa volume bantuan yang cukup banyak.

"Produksi pangan khususnya padi meningkat, masyarakat Wajo pun kesejahteraanya naik. Karena itu, Menteri Amran kita beri gelar Penyelamat Petani," kata Andi Burhanuddin saat acara panen raya padi di Desa Wele, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (7/9/2017), dikutip dari siaran pers.

Produktivitas rata-rata padi di Wajo mencapai 7 ton per ha. lahan baku sawah di Kabupaten Wajo 99.720 ha tertanami semua. Implementasi program Upaya Khusus berupa bantuan benih, alat mesin pertanian serta pendampingan yang melibatkan TNI, berdampak positif pada pemanfaatan total lahan sawah tersebut. 

"Kementan juga memberikan bantuan program pengembangan cabai di tahun 2017 seluas 100 ha, masing-masing 50 ha untuk cabai besar dan cabai kecil. Untuk mendukung program ini, Pemerintah Wajo telah mencanangkan program Gerakan Tanam Cabai sehingga ketersediaan cabai terjamin dan harga stabil," kata dia.

Menteri Amran menegaskan stok beras di tahun 2017 aman, bahkan jauh di atas kebutuhan nasional.

Stok beras saat ini di gudang mencapai 1,7 juta ton, sedangkan kebutuhan beras sejahtera (rastra) sebesar 213 ribu/bulan. 

"Dengan besarnya kebutuhan ini, stok 1,7 juta ton mampu mencukupi kebutuhan sampai 8 bulan, katakan sampai April tahun 2018 karena nanti ada operasi pasar dan segala macam. Kemudian di bulan Februari ada panen raya, jadi produksi bertambah dan stok overlap," kata Mentan Amran.

Sementara itu, kegiatan pengolahan, tanam dan panen tetap berjalan di musim kering karena Kementan melakukan program percepatan tanam dengan memberikan bantuan ke daerah berupa pompa air dan alat mesin pertanian lainnya. 

"Jadi walaupun musim kering, petani tetap olah lahan, tanam dan berproduksi, sehingga kesejahteraan petani tetap terjaga dan bahkan naik. Ini terlihat nilai tukar petani bulan agustus kemarin naik," paparnya.

Tercatat, berdasarkan data BPS, Nilai Tukar Petani Agustus 2017 naik 0.94% menjadi 101,60 dibanding bulan sebelumnya, sementara Nilai Tukar Usaha Pertanian Agustus 2017 sebesar 110,61 atau naik 0,78 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) naik sebesar 0,92 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) turun sebesar 0,02 persen. 

Bantuan Kementan untuk Kabupaten Wajo meliputi traktor roda 2 sebanyak 80 unit, traktor roda 4 sebanyak 3 unit, pompa air 80 unit, transplanter (alat tanam) 13 unit, combine harvester besar dan kecil untuk adi 29 unit, corn harvester 2 unit, corn seller 10 unit, dan power threser multi guna 6 unit.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga