Jumat, 22 September 2017

BI: penguatan rupiah dipengaruhi kondisi ekonomi AS

| 6.778 Views
BI: penguatan rupiah dipengaruhi kondisi ekonomi AS
Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara (ANTARA /Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta (ANTARA News) - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza menilai penguatan nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Amerika Serikat yang tidak tumbuh setinggi yang diperkirakan.

"Dari awal tahun itu kan ada kekhawatiran ekonomi AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan. Lalu karena diperkirakan lebih cepat maka suku bunga AS naik lebih cepat dari perkiraan. Tapi kan ternyata ekonomi AS tumbuh bagus tapi tidak secepat perkiraan, agak melandai," ujar Mirza saat ditemui di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat.

Dari sisi inflasi, lanjut Mirza, juga melandai di bawah dua persen. Selain itu, kenaikan suku bunga acuan AS (Fed Fund Rate) yang sudah dua kali dilakukan tahun ini, diperkirakan tidak akan terjadi di September, namun berpotensi meningkat 25 basis poin pada Desember 2017.

"Itu membuat USD (dolar AS) kurang menarik karena suku bunganya tidak jadi naik dan ekonomi AS tidak tumbuh lebih tinggi dari perkiraan. Itu semua membuat tren pembalikan ekspektasi orang terhadap USD. USD terhadap mata uang global menurun," tuturnya.

Mirza menambahkan, imbas hasil obligasi dolar AS tenor 10 tahun yang pada awal tahun bisa mencapai 2,5 persen, kini trennya terus menurun hingga kemarin mencapai 2 persen.

"Ya karena itu mata uang Indonesia dan emerging market menguat," ujarnya.

Berdasarkan data kurs tengah BI, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Jumat mencapai Rp13.284 per dolar AS, menguat dibandingkan pada awal pekan yang berada di posisi Rp13.345 per dolar AS.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga