Senin, 25 September 2017

Presiden minta perguruan tinggi cepat antisipasi perubahan

| 2.509 Views
Presiden minta perguruan tinggi cepat antisipasi perubahan
Presiden Joko Widodo. (ANTARA /Rosa Panggabean)
Bandung (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo mengatakan perubahan global berjalan sangat cepat dan perguruan tinggi harus menjadi yang paling siap mengantisipasinya.

"Menurut saya, siapa yang bisa mengantisipasi dan menyiapkan menghadapi perubahan itu, yang pertama yang paling siap adalah perguruan tinggi, sehingga setiap masuk universitas selalu saya sampaikan," kata Presiden dalam orasinya di acara dies natalis Universitas Padjadjaran (Unpad) ke-60 di Bandung, Senin.

Presiden lantas menuturkan cepatnya perkembangan Internet dan kecerdasan artifisial, serta perniagaan daring yang memicu penutupan pusat-pusat belanja dan memunculkan pengangguran.

"Kalau tak diantisipasi bisa berbahaya bagi kehidupan bangsa dan negara, terutama dalam berkompetisi," katanya.

Ia ingin universitas seperti Unpad mengantisipasi perubahan-perubahan yang dia sebut sangat cepat itu dengan membuat penyesuaian dan terobosan.

"Bertahun-tahun universitas kita fakultasnya tak berubah. Fakultas ekonomi jurusannya manajemen, pembangunan, akuntansi, tiga ini wajib ada. Bener enggak," katanya.

Ia menambahkan seharusnya perguruan tinggi melakukan penyesuaian dengan menambahkan jurusan-jurusan keilmuan yang dibutuhkan saat ini seperti manajemen logistik, manajemen retail menajemen, atau manajemen toko daring.

Fakultas sosial politik di perguruan tinggi, ia melanjutkan, semestinya juga memasukkan jurusan yang mempelajari media sosial.

"Ini akan mempengaruhi karena interaksi individu sekarang melalui sosial media 5-10 tahun mendatang gen Y akan menentukan pasar, memengaruhi politik, ekonomi, semua negara sudah membicarakan itu," jelasnya.

"Ini yang harus kita antisipasi, kalau tidak, kalah kita dengan negara lain," katanya.

Presiden juga menyebut perlunya penyiapan regulasi dan tatanan hukum guna mengantisipasi berbagai perkembangan baru.

"Regulasi belum siap, tiba-tiba ada praktik jenis baru, ada model kontrak yang belum dikenal sebelumnnya, bentuk kejahatan yang tak ada dalam regulasi yang kita punyai," katanya.

Dan kepada Unpad yang merayakan hari jadi ke-60, Presiden mengatakan, "Selamat berjuang mengikuti perubahan."

(Baca: Presiden Jokowi ke Bandung hadiri dies natalis Unpad)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga