Minggu, 24 September 2017

Risma ajak Megawati jalan-jalan di Taman Bibit

| 4.434 Views
Risma ajak Megawati jalan-jalan di Taman Bibit
Arsip: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) menari bersama dengan penari asal Bali saat Cross Culture International Folk Art Festival 2017 digelar di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (16/7/2017). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) ()
Surabaya (ANTARA News) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri jalan-jalan mengunjungi Taman Bibit Wonorejo, Senin.

"Saya ingin menunjukkan ke Ibu (Megawati) tentang pohon-pohon yang baru dan satwa di sini," ujar Risma di sela kunjungannya.

Pada kesempatan itu, turut hadir Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana, sejumlah kepala dinas serta pengurus DPD PDIP Jatim.

Risma mengaku berterima kasih kepada Megawati yang telah memberikan masukan selama ini tentang bagaimana cara mengelola tanaman dan pohon di taman maupun di jalan.

"Saya ini mendapat banyak ilmu dari ibu. Makanya saya ajak beliau untuk melihat hasil dari apa yang diajarkannya," ucap wali kota perempuan pertama Kota Surabaya tersebut.

Tak hanya melihat pepohonan, Risma juga menceritakan di taman tersebut hidup ribuan katak yang bermanfaat untuk mengurangi nyamuk-nyamuk di kawasan sekitar.

"Saya beri 10 ribu ekor katak yang ide awalnya berasal dari Ibu Megawati. Syukurlah di sini bisa hidup dan saya minta ke masyarakat jangan ditangkapi," katanya.

Sementara itu, selama hampir sejam, keduanya mengelilingi taman yang berada di kawasan Rungkut tersebut, bahkan sempat meminta wartawan tidak selalu mengikutinya karena ingin fokus melihat tanaman-tanaman.

"Saya mau keliling taman dan tolong jangan diganggu ya," kata Megawati sembari tersenyum ke arah kerumunan wartawan yang mengambil gambarnya dari depan.

Presiden ke-5 RI itu juga mengapresiasi Risma yang dianggapnya berhasil melestarikan taman-taman dan membuat Surabaya semakin hijau serta asri.

"Dulu saat ada acara partai di Surabaya, yang namanya mandi keringat itu sudah biasa. Tapi sekarang berbeda, suasananya asri dan anginnya sejuk. Di jalan-jalan juga sudah hijau," katanya.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga